Istri Dadakan si Dosen Tampan
Saat ini, aku percaya diri dengan suaraku yang membahana, walau nyatanya seperti suara kodok.
Masa bodoh dengan pandangan orang-orang, tapi aku bangga punya suara yang seksi ini, walau tak seseksi orangnya jika hanya berdua dengan Mas Ezar di kamar.
Eya!
Begitu musik mulai mengalun, aku membuka ponsel dan melihat lirik lagu yang ingin kunyanyikan.
“Tenanglah, kekasihku--kutahu hatimu menangis.” Aku bernyanyi sambil menatap Mas Ezar penuh cinta yang mumpuni.
ตอนยอดนิยม