Dokter Tampan Pemikat Wanita
"Tadi pagi langsung temuin Randy abis upacaranya dia, terus ngobrol sama Randy. Ternyata kamu telepon di jam makan siang."
"Bicarain apa?" Kudaratkan kecupan di puncak kepalanya, perlahan layak sang kekasih yang rindu.
Aku juga penasaran dengan hubungan Mbak Dara sama Randy selama beberapa bulan terakhir. Berasa jadi Makcomblang gitu, kudu kasih informasi bolak-balik.
"Randy kalah taruhan." Caca mendorongku duduk di kursi, dan dia di pangkuan. Rok pendek yang dikenakannya memberiku akses untuk menjelajahi isinya.