Aku Bukan Istrimu Lagi
Lidah Sagara terasa kelu, beberapa kali ia menelan kasar salivanya, tenggorokannya pun terasa begitu perih, suaranya malah tertahan tak bisa keluar, malah digantikan oleh cairan bening yang keluar dari kedua sudut matanya.
Harusnya Sagara marah, mengobrak-abrik seisi rumah, seperti yang selalu ia lakukan kalau sedang kumat, atau seharusnya ia menghajar selingkuhan istrinya di hadapan semua orang, layaknya seperti anak tantrum, tapi yang ia keluarkan hanyalah sebuah kata....
"Aku merindukanmu", lirih Sagara.
Kedua tangannya terus mengepal kuat, menahan semua rasa marah dan sakit yang sedang bercampur aduk di hatinya
Bab Populer