Dicampakan setelah Tidak Berpenghasilan
“Untuk kedua mempelai, saya ucapkan selamat. Semoga menjadi keluarga yang Sakinah, mawadah, warahmah. Saya akan menyumbangkan lagu di sore yang indah ini.’’suara alat musik mulai mengalun, mengiringi perempuan berkebaya merah itu yang mulai bernyanyi. Suaranya cukup enak didengar.
Selama bernyanyi, aku menyaksikan berulang kali, perempuan itu mengerling ke arah Akas. Hal yang sama juga dilakukan oleh Akas. Berulang kali juga, pandangan keduanya saling bertubrukan dalam durasi yang singkat. Tak lebih dari setengah menit. Pemandangan yang mengundang curiga buatku.
“Mugo, uripmu bahagia mulyo
Karo wong ayu sing dadi pilihanmu’’ begitulah kurang lebihnya akhir dari lagu yang perempuan itu dendan
인기 회차