Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The CEO's First Class Destiny

The CEO's First Class Destiny

Elena Adiningrat adalah definisi dari keanggunan old money. Namun, dalam satu malam, dunianya yang berporos pada galeri seni dan pesta eksklusif runtuh ketika kerajaan bisnis ayahnya dinyatakan bangkrut. Dengan sisa martabat yang ia miliki, Elena memutuskan untuk terbang ke Paris menggunakan tiket First Class terakhirnya—sebuah pelarian mewah untuk meratapi hidupnya sebelum ia harus menghadapi kenyataan pahit. Di kursi 1A, ia bertemu dengan Aiden Valerick, CEO dari Valerick Group yang dikenal sebagai pria berhati baja dengan selera yang sangat mahal. Aiden membenci gangguan, terutama dari wanita yang tampak rapuh. Namun, selama belasan jam di atas awan, dalam ruang privat yang intim dan mewah, percakapan intelektual serta ketegangan yang tak terjelaskan mulai meruntuhkan dinding es di antara mereka. Bagi Aiden, Elena adalah teka-teki estetika yang sempurna. Bagi Elena, Aiden adalah predator bisnis yang akan melahap apa pun yang tersisa dari keluarganya. Takdir membawa mereka lebih jauh dari sekadar teman satu penerbangan. Sekembalinya mereka ke daratan, Aiden menawarkan sebuah kesepakatan: Elena harus menjadi kurator seni pribadinya untuk memulihkan citra perusahaan—sekaligus menjadi tunangan sandiwara untuk memadamkan pemberontakan di dewan direksi. Dari gemerlap lampu penthouse di Jakarta hingga lantai dansa di Monaco, Elena dan Aiden terjebak dalam permainan kekuasaan yang elegan. Di balik balutan gaun sutra pesanan khusus dan jam tangan bernilai miliaran, ada rahasia masa lalu dan pengkhianatan yang mengintai. Di dunia High Society yang kejam, mereka harus memilih: mempertahankan takhta masing-masing atau menyerah pada takdir yang telah mempertemukan mereka di kelas utama.
Romansa
117 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
HARGA PENGKHIANATAN

HARGA PENGKHIANATAN

kanya adalah seorang Corporate Lawyer muda yang ambisinya setinggi gedung pencakar langit Jakarta. Di usianya yang ke-28, fokus hidupnya hanya satu, meskipun itu berarti mengorbankan setiap malam pribadinya. ​Namun, rencananya yang sempurna hancur ketika ia bertemu adrian, seorang investor misterius dengan aura kekuasaan yang mematikan. Pertemuan singkat di lantai 45 sebuah fine dining di tengah senja Jakarta itu bukan sekadar perkenalan, melainkan sebuah tantangan dan janji berbahaya. Adrian tidak hanya menawarkan Pinot Noir dan keintiman yang membuat Kanya merasakan hasrat yang asing, tetapi juga sebuah permainan yang akan mengubah segalanya. ​Kanya segera menyadari bahwa Adrian adalah musuh profesionalnya, investor licik di balik gugatan terbesar yang mengancam klien firman tempatnya bekerja. ​Novel ini adalah kisah tentang perang di ruang sidang dan pertempuran di kamar tidur ​Untuk memenangkan kasusnya, Kanya terpaksa masuk ke dunia abu-abu Adrian, menukar informasi rahasia dengan ciuman yang menghancurkan, dan membuat deal yang mengikat nasibnya pada pria yang seharusnya ia hancurkan. Kemenangan Kanya kini berbanding lurus dengan kedalaman rahasia yang ia bagi dengan musuhnya. ​Di antara intrik perusahaan, ancaman dari mantan kekasih Adrian (Maya), dan persaingan dari rivalnya yang "lebih aman" (Reza), Kanya dipaksa memilih: integritas karir yang suci dan kesepian, atau cinta yang berbahaya dan kekuasaan yang ditawarkan Adrian. ​Ketika rahasia Adrian yang lebih gelap terungkap, sesuatu yang mengancam tidak hanya karir Kanya tetapi juga kebebasannya, apakah Kanya akan menemukan Titik Balik untuk kembali ke jalur etika, ataukah dia akan tenggelam sepenuhnya dalam permainan kekuasaan dan hasrat di bawah langit malam Jakarta?
Romansa
10478 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Terjebak di Dimensi Lain

Terjebak di Dimensi Lain

Nabila
Jendela rumahku gemetar oleh kekuatan guntur yang bergemuruh di langit. Petir menyambar di kejauhan, menerangi malam. Dalam momen kecil itu, beberapa detik cahaya yang membutakan mata menampilkan sosok pria yang berdiri di luar jendelaku. Memperhatikanku. Selalu memperhatikanku. Aku menjalani rutinitas, seperti yang selalu kulakukan. Jantungku berdegup kencang dan berdetak tidak teratur, napasku menjadi dangkal, dan tangan-tanganku menjadi lembab. Tidak peduli berapa kali aku melihatnya, dia selalu menimbulkan reaksi yang sama dariku. Ketakutan, Dan kegembiraan. Aku tidak tahu mengapa hal itu membuatku merasa gembira. Ada yang salah dengan diriku. Tidak normal bagi panas cairan untuk mengalir dalam pembuluh darahku, meninggalkan sensasi terbakar di belakangnya. Tidak biasa bagi pikiranku untuk mulai merenung tentang hal-hal yang seharusnya tidak aku pikirkan. Apakah dia bisa melihatku sekarang? Mengenakan hanya atasan tipis, puting susuku menonjol melalui kain? Atau celana pendek yang kupakai yang hampir tidak menutupi pantatku? Apakah dia suka pemandangan ini? Tentu saja dia suka. Itulah mengapa dia memperhatikanku, bukan begitu? Itulah mengapa dia kembali setiap malam, semakin berani dengan tatapannya sementara aku diam-diam menantangnya. Berharap dia mendekat, sehingga aku punya alasan untuk menempelkan pisau ke lehernya. Sejujurnya, aku takut padanya. Sungguh takut. Tapi pria yang berdiri di luar jendelaku membuatku merasa seolah-olah aku duduk di dalam ruangan gelap, satu lampu menyala dari televisi di mana film horor diputar di layar. Itu sangat menakutkan, dan yang aku inginkan hanyalah bersembunyi, tetapi ada bagian dari diriku yang membuatku tetap diam, membuka diri pada ketakutan. Menemukan sensasi kecil dari situ. Sekarang kembali gelap, dan petir menyambar di daerah yang lebih jauh.
Horor
101.6K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
Thriller
367 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
kubalas hinaan mertua dan iparku

kubalas hinaan mertua dan iparku

Aku mempunyai suami yang pelit, mertua dan ipar yang julid. Setiap bulannya aku di beri uang belanja hanya satu juta, yang mereka ketahui itu cukup untuk semua kebutuhan rumah termasuk uang air,lampu dan wifi Mereka tidak tahu bahwa sebagian akulah yang menabahi kekurangan itu semua. Nama ku Reva, aku menikahi laki-laki kota yg bekerja di perusahaan dan jabatan sebagai meneger, dulu dia orangnya sangat baik akan tetapi setelah enam bulan menikah dan tinggal di rumah orang tuanya barulah aku melihat bagaimana iya di depan ibunya yang setiap kali ibu dan adik nya menghinaku dia selalu saja diam dan tidak membelaku sedikitpun, tapi di balik itu semua ada yang tidak ku ketahui yang sebenarnya dia slalu membelaku di belakangku. Tetapi semua yang kulakuan dan pengorbananku sedikitpun tidak di hargai oleh ibu mertuaku Aku selalu saja di hina miskin dan anak yatim piatu. Aku reva anak dari bapak Ibrahim dan ibu yasmin yang memiliki kebun sawit bergetar hektare dan sawah yang lumayan luas, reva lulusan dari luar negri S2 manajemen perkantoran, dulu reva hidup bahagia bersama ibu dan ayahnya tetapi setelah lulus kuliah dan selesai wisuda reva kembali ke kampungnya pada saat sampai di depan rumah reva menerima kenyataan pahit bawah kedua orang tua nya meninggal dunia setelah pemakaman kedua orang tuanya seminggu berlalu dia memutuskan akan membangun usaha butik di kota setelah bertahun" dia berhasil membuka cabang butik di setiap kota dan berhasil membuka 10 cabang dan di butik jakartalah reva bertemu dengan rendi dan rendi mengetahui reva bekerja di butik itu, sebenarnya reva menutupi bahwa iya ada pemilik butik tersebut iya akan memberi tahu rendi setelah merek menikah nanti dia tidak mau rendi mencintainya di karenakan iya kaya. Apakah rumah tangga reva dan rendi akan hidup bahagia dan baik-baik saja? Ikuti terus ceritanya
Rumah Tangga
101.6K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
Cerita Pendek · Mafia
10.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
ARFESO

ARFESO

Aquarius_Girl
(Tersedia di aplikasi Ceriaca) Seorang perempuan yang jauh dari kasih sayang orang tua secara lengkap bertemu dengan lelaki yang awalnya dia kira akan mewarnai lembaran kelabu ternyata semakin memberi warna kelabu. Memiliki paras lugu dan polos dengan mata teduh setiap memandang yang mampu membuat orang terpesona dalam sesaat. Waktu silih berganti tanpa henti. Kejadian demi kejadian baik manis maupun pahit telah biasa hadir dalam hidup. Tak selamanya bisa bebas bagaikan burung yang terbang di angkasa terkadang harus ada batas untuk sisi hitam dan putih. "Selamat nona hamil 3 bulan saya harap anda tidak seperti wanita belia lainnya yang memilih jalur lain tanpa pikir panjang akan segala resiko." ucap Sang dokter seraya menuliskan resep. Satu tamparan dari wanita usia senja melayang mulus di pipi wanita belia yang kini sedang berbadan dua dari , "Dasar wanita murahan jadi karena haus kasih sayang kamu jadi kupu - kupu malam?! " " Saya tidak ingat apapun saya hanya ingat mimpi itu saya mohon percayalah." elak sang wanita belia menutupi kenyataan. "Nona dimana calon ayahnya? Apakah sudah bertunangan atau pacaran?" ucap sang suster seraya membantu wanita berbadan dua turun setelah USG. "Gue hamil darah daging loe Ka." ucap sang gadis memberikan lembar 2d hasil batas yang mereka hancurkan. Sang laki tak percaya bahwa batas itu benar dia hancurkan walaupun berawal dari uji coba, "Nggak mungkin itu bukan anak gue. Loe pasti jebak gue, jijik sama loe parah." Sang wanita menatap bayi mungil seraya mengelus jemari mungil dihadapannya, "Mata kamu selalu mengingatkan sama dia. Saya ragu untuk menutupi dan melindungimu atau mengungkap dengan segala kemungkinan resiko yang lebih parah." Usai sudah 9 bulan dengan penuh irama dalam dada yang tak menentu. Irama yang setiap langkah sebagai temannya. Hal lebih mengejutkan masih menunggu untuk tahap berikutnya.
Romansa
107.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
EGO

EGO

Mae Takata
Sebuah kisah petualangan seorang gadis yang ingin mencari tahu jawaban dari pertayaan besar yang ia pendam bertahun-tahun. Nama lengkapnya Elzora Giandra Oktaviani. Jika rumah adalah surga bagi kebanyakan orang tapi tidak baginya. Ialah mahasiswi semester akhir seorang aktivis dalam organisasi seni. Hidupnya seakan hanya untuk mencintai dunia seni dan travel writer. Darah itu pula yang membawanya berpetualang mencari sosok pelukis "Art Style". Jiwa yang kalut dibawa lari untuk sekedar mengistirahatkan hati dan pikiran. Keras hatinya dalam menerima cinta tercipta sebab sempat kecewa oleh laki-laki yang sering disebutnya sebagai fakboy. Mengubah sosok yang semula hangat menjadi gadis dingin. Pada setiap perjalanannya Elzora dipertemukan oleh banyak hal baru. Takdirpun mempertemukannya dengan laki-laki bernama Morgan dan Fikri, tokoh perwakilan 2 laki-laki yang selama ini berputar dan terpenjara dalam hati dan pikiran penulis. Pada setiap perjalanan Elzora dipertemukan dengan banyak hal tak terduga. Dimulai dari persinggahannya di Surabaya. Dipertemukan dengan Fikri. Berbagai hal manis terjadi. Mulai dari menikmati senja bersama-sama. Dipertemukan dan diselamatkan dalam musibah. Memiliki tujuan perjalanan yang sama, bahkan tidur dalam satu kamar hotel yang sama di Bali. Sama-sama menyukai seni dan meresa sudah satu frekuensi. Namun, pertemuan berujung perpisahan. Di Bali Fikri terpaksa meninggalkan Elzora sebab tuntutan pekerjaan. Setelah membaca sebuah media online dan mendapat info bahwa Bang Danu sudah di Yogyakarta. Dengan uang seadanya Elzora terbang menuju Kota Gudeg. Diperjalanan ia dipertemukan dengan seorang pemuda tampan, rapi, dan ramah. Sesampainya di Yogya, musibah kecopetan menimpanya. Hingga datanglah Morgan, laki-laki yang bertemu dengannya di pesawat. Seorang pengusaha muda tampan yang mengajaknya pulang ke rumah neneknya untuk menginap beberapa hari. Banyak hal yang diceritaknnya. Perlakuan dan perkataan Morgan membuat Elzora nyaman. 5 Tahun kemudian Elzora menempuh pendidikan ke luar negeri dan dipertemukan kembali dengan Fikri.
3.5K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Dicintai Pangeran

Dicintai Pangeran

Sm. Soediro
Adalah Dwi Setyani, seorang gadis desa yang cantik dan cerdas memiliki cita-cita sebagai seorang pramugari, kecerdasannya membawa Dwi Setyani menjadi seorang bintang sekolah, bahkan dia mendapatkan nilai tertinggi se kota Kecamatan, sayangnya ekonomi keluarga tidak bisa membawa Dwi Setyani untuk melanjutkan segala impian nya itu. Suatu senja di saat Dwi Setyani pulang sekolah, dia sengaja melewati hutan pinus, sambil berdendang riang, menyanyi dan menari dia terus melangkahkan kaki, saking meresapi lagu dan tariannya, dia tidak menyadari ada sepasang mata terus memperhatikannya. Sepasang mata itu terus mengikuti kemana arah langkah kaki Dwi Setyani, hingga saat Dwi Setyani terjatuh, pemilik sepasang mata itulah yang menolongnya. "Kamu nggak papa?" Suara bariton mengejutkan Dwi Setyani. Bukannya menjawab pertanyaan itu, Dwi Setyani justru malah terpukau oleh ketampanan lelaki itu, sorot mata yang teduh, wajah yang sangat tampan, membuat hati Dwi Setyani di penuhi kupu-kupu, dan sorot mata yang penuh kelembutan itu, sanggup menembus dasar hati, hingga panah asmara langsung menancap ke lubuk hati Dwi Setyani yang paling dalam, ya Dwi Setyani langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Rasa cinta yang Dwi Setyani terbalaskan, sebab ternyata sang pemuda itu sudah lama menginginkan Dwi Setyani sebagai kekasihnya, namun pemuda itu sadar bahwa Dwi Setyani adalah seorang anak manusia dan dia adalah seorang anak pangeran dari penunggu hutan pinus. Seiring berjalannya sang waktu, pemuda itu menawarkan sebuah persahabatan, dan karena pemuda itulah Dwi Setyani bisa melanjutkan impian nya yaitu sekolah di Akademi Pramugari. Suatu hari pemuda itu harus meninggalkan Dwi Setyani sebab kedua orang tuanya mengetahui bahwa sang pangeran mencintai anak manusia, sedangkan sang pangeran di 300 tahun yang lalu pernah memiliki kisah sedih dan tragis dengan seorang anak manusia juga. Agar sang pangeran tidak melakukan kesalahan yang sama, kedua orang tua pangeran menjodohkan pangeran dengan seorang gadis dari bangsa nya yaitu bangsa jin.
Romansa
4.4K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
161718192021
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status