Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
COWOK BERMATA DINGIN

COWOK BERMATA DINGIN

"Pertama kita akan mengunjungi Makam Para Bangsawan di Gua Lemo, Rantepao. Kemudian tempat kedua yang akan kita kunjungi yaitu Kuburan Bayi di Dalam Batang Pohon yang cuma ada di daerah Toraja. Dan yang ketiga yaitu kita akan kembali ke Kota Makale untuk mengunjungi Patung Yesus Buntu Burake dan kita akan meniti kaca terpanjang di Indonesia yang cuma ada di Bukit Buntu Burake tersebut. Dan tempat terakhir yang kita kunjungi yaitu Negeri Di Atas Awan, To Tombi sekalian kita akan berkemah disana satu malam. Okey yah, destinasi tujuan kita sudah di catat dan saya minta kalian mengumpulkan semua data tentang tempat yang akan kita kunjungi ini, ok!"
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Baca
+Pustaka
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

kata Liam, menunjukkan ponselnya yang penuh screenshot dari I*******m. Jack, yang baru masuk sambil membawa laptop, menimpali, “Curug Cigentis itu air terjun keren, guys. Airnya jernih, dikelilingi bukit hijau. Cocok buat drone shot. Pantai Samudra Baru vibes-nya santai, pasir putih, dan Kampung Turis punya rumah-rumah warna-warni ala Eropa, kayak La Riviera tapi lebih lokal.”
10353.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Purba Mahkota

Purba Mahkota

Dia yang masih memaku di tempat sehabis melihat usaha mudah Lutung dalam menggesek-gesekkan kayu kering satu sama lain, dan memercikkan api kecil hasil dari gosokkan tersebut ke tumpukkan kayu yang telah di kumpulkan di samping saung tempat tinggalnya sendiri, … lekas disuruh duduk di depan api unggun tuk menghangatkan diri yang sudah kebasahan. KRAAHCK~ Ah. Sungguh hangat. Purbasari yang selama ini sudah bertahan semampu yang ia bisa di tengah hari-hari yang dijalaninya hanya penuh dengan hawa dingin nan suram, merasa hidup kembali begitu sekarang ia dapat merasakan hangatnya perapian lagi. “Ak ak, uk uk.”
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Melihat Sekar yang bingung mengenai Turnamen Dewa dan Turnamen Probo Lintang yang masih berlangsung, Gandi pun menceritakan kepada calon istrinya tersebut gambaran besar turnamen yang akan dia jalani nanti di Kerajaan Dewa Zeus, Olimpus sana. Sementara itu, Bara dan ketiga wanitanya telah sampai di bukit yang dimaksud oleh Gandi. Mereka mendarat di bawah bukit tersebut karena ternyata ada perisai yang melindungi bukit sehingga mereka tidak bisa langsung masuk ke dalam area Padepokan. Jalan satu-satunya untuk menuju ke atas bukit itu adalah tangga tak terlihat yang terhubung antara bukit dan tanah di bawahnya. Jarak bukit dan tanah tersebut kurang lebih adalah 500 tombak.
8.962.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Baca
+Pustaka
Bermain Api Dengan Nyonya

Bermain Api Dengan Nyonya

Dua Jam Kemudian (Pondok Tua Garis Batas Sektor Sembilan) Desir angin malam yang membawa aroma pinus kering menyelimuti sebuah gubuk kayu terbengkalai di puncak perbukitan Sektor Sembilan. Di dalam gubuk yang remang-remang oleh pendar sebatang lilin, kami terduduk dengan raga yang remuk.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Baca
+Pustaka
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Wu Teng dan Ling'er memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Mereka tahu masih ada pilar-pilar lain, sekte-sekte lain yang harus dihadapi. Namun, kali ini, mereka tidak bergerak dengan beban berat. Mereka bergerak dengan keyakinan baru, dengan pemahaman yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri dan ikatan mereka. Perjalanan membawa mereka lebih jauh ke barat, menuju pegunungan yang menjulang tinggi, yang disebut Puncak Kabut Abadi.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Pegunungan Berapi dipenuhi dengan gelombang panas yang menakutkan— Para praktisi bela diri di bawah Alam Yang Terhormat tidak memiliki peluang untuk bertahan hidup di sini.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Baca
+Pustaka
REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR

REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR

Setelah itu ia kembali menghadap ke depan dan tidak pernah menoleh lagi. Perjalanan menuju wilayah Naga Api membawa kami melewati dataran tandus yang dipenuhi batu-batu hitam. Langit Bonua Toru yang retak masih menggantung di atas kepala seperti luka raksasa yang tidak pernah sembuh, sementara angin dingin terus berembus tanpa henti seakan mengingatkan bahwa dunia ini tidak pernah benar-benar ramah kepada siapa pun. Ketika malam mulai turun dan kegelapan menyelimuti dataran, kami memutuskan berhenti di sebuah bukit kecil untuk beristirahat.
10260 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Baca
+Pustaka
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Dia segera memerintahkan, “Mundur.” “Baik.” Prajurit Pasukan Api Merah pun mundur. Paul berkata, “Petinggi Keluarga Atmaja telah memberitahuku bahwa Bapak familier dengan tempat ini, lalu menyuruhku untuk mendengarkan apa yang Bapak katakan.” Maniso menunjuk ke reruntuhan pegunungan di depan dan berkata, “Ada banyak orang yang terkubur di bawah pegunungan. Kita perlu menggali gunung untuk menyelamatkan mereka.”
9.11.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42.8K kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Tampilkan Ulasan (251)
Baca
+Pustaka
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Baca Semua Ulasan
Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Di tengah darah, kabut, dan kematian, ia justru tersenyum tipis. “Aku akan bertahan,” katanya. “Selama kau masih di belakangku.” Namun jauh di balik bukit… Seseorang telah melihat semuanya dari kejauhan. Dan perburuan baru saja benar-benar dimulai. Dermaga Darah di Jalur Bukit Indragiri Kabut belum sepenuhnya buyar ketika suara itu datang lagi. Bukan anak panah. Bukan langkah kaki ringan seperti sebelumnya.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai lanjutan api di bukit menoreh terbaru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status