Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anakku Pulang Tanpa Nyawa

Anakku Pulang Tanpa Nyawa

Kami juga tak pernah menengok ke rumah mertuanya karena jarak antara tempat kami yang terlalu jauh. Kami berbeda pulau, kadang harus naik pesawat agar perjalanan lancar dan cepat. Tapi maklum aku dan bapaknya Nila itu sudah tua jangankan naik pesawat, naik kapal laut saja kami tidak tahu bagaimana caranya. Syukurlah hari ini Nila pulang, entah kenapa pulang nya pun mendadak, biasanya anak itu selalu menelepon pada Sarah untuk mengabari jika ada sesuatu.
1055.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Hasrat Wanita Kedua

Hasrat Wanita Kedua

Rey tertawa kecil, lalu berbalik meninggalkannya. Selesai membereskan dokumen, Lula melangkah keluar. Hujan gerimis yang sempat turun sudah reda. Langit yang tadinya mendung perlahan mulai cerah. Udara terasa lebih sejuk, seolah ikut merayakan keberhasilannya hari ini. Di perjalanan pulang, ponselnya bergetar. Pesan dari Rey. “Kerja bagus hari ini. Tapi jangan lupa… saya masih tunggu resep rendangnya.”
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

selaku dengan nada bicara yang tegas. Reyhan menatapku. Amarahnya mereda setelah melihat sorot lelah dan penuh tekad dalam pandanganku. Dia pun mengibaskan tangannya dengan acuh tak acuh. "Karena dia sudah siuman, berarti urusanku di sini selesai. Syafana masih menungguku, jadi aku pergi dulu." "Berhenti kamu!" bentak Reyhan. "Ayah nggak peduli kamu mau ke mana hari ini, tapi besok kamu harus pulang ke rumah Ayah bersama Abella!"
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
KEMBALI PULANG

KEMBALI PULANG

ucap Gerard tegas. "Sekarang sebaiknya kamu pulang. Ayo aku antar." Gerard memberikan tangannya untuk Aulia raih. Tapi Aulia menolak. Lisa cepat-cepat meninggalkan tempat itu sebelum mereka mengetahui keberadaannya. Lisa segera mencegat taksi dan pulang ke rumah. Selama di perjalanan pulang Lisa baru menemukan benang merah dari situasi saat ini dan keadaan di masa depan.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

“Ayo pulang.” Leya mengangguk. “Boleh pulang sekarang?” tanyanya pada Elio. Elio mengangguk. “Aku akan berbicara ke depan sebentar.” Elio pergi. Setelah itu mereka bisa pulang. Elio hanya mengantar mereka sampai di depan pintu apartemen. Sedari tadi ponsel Elio tidak berhenti berdering sama sekali. Setelahnya, Leya harus menggendong Jayden sendiri.
9.6297.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Difficult

Difficult

tanya Leo memastikan yang diangguki Endi “Lampu hijau jadi mantunya.” Leo memberikan tatapan menggoda, wajah bahagianya membuat Endi hanya menggelengkan kepala. Leo menatap bingung dengan apa yang terjadi pada Endi, wajahnya tampak biasa tidak menunjukkan kebahagiaan. “Apa ada yang salah?” tanya Leo hati-hati. “Mas Tian nggak akan dengan semudah itu merestui kedekatanku sama Tere.” Endi menjawab santai “Tere masih sekolah, Rey aja mau ujian kelulusan. Masih banyak waktu untuk bersama dia.”
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Suara Hati Adik Remaja

Suara Hati Adik Remaja

Panggil Ka Teri "Aku ngantuk ka, nanti aja pulang" "Gak bisa lah, masa aku sendirian, mana Farhan jalan sama temannya" " Kalau kamu gak mau pulang, gak aku kasih uang jajan" "Ia deh kak" "Cepatan bangun dan cuci muka" "Dingin" "Dasar bego cepetan" Pulang jam 9 malam dia harus berjalan tergopoh sambil ngantuk, pulang ke rumah bukannya dia merasa nyaman. Malah tambah di marahin.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih

Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih

Matanya memerah, tetapi saat akhirnya berbicara, suaranya justru terdengar sangat tenang. "Apa selama ini kamu pernah menganggap aku lebih dari sekadar seseorang yang bisa dimanfaatkan?" Serena tertegun. Lucas tertawa kecil dengan getir. "Aku kembali untukmu. Aku memilihmu lagi dan kamu masih saja berbohong." "Lucas ...." "Nggak," katanya sambil mundur selangkah. Kemudian, dia berbalik dan pergi. Serena menatap punggungnya, tubuhnya gemetar begitu keras hingga gelang di pergelangan tangannya berkelap-kelip di bawah cahaya lampu.
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

“Tinggal dulu sampai pesta selesai, setelah itu... ya, kau… boleh..." Tili ingin mengizinkannya pulang, karena itu memang hak Cal. Setelah pesta, dan mungkin setelah mereka bicara, Cal baru boleh pergi dengan hati yang lebih tenang. Tapi entah kenapa, lidah Tili menolak keras untuk mengucapkan kata 'pulang' itu Rasanya ada yang salah dengan kepergiannya. Tili tidak amat ingin Cal meninggalkan Cornwall. "Pulang? Aku pulang?" Cal mengerjapkan mata, kebingungannya mencapai puncak "Pulang ke mana?"
1020.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 789 kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Biar Aku yang Pergi, Mas

Biar Aku yang Pergi, Mas

Hal yang sama sekali tidak pernah dia dapatkan ketika berdua saja dengan Aren. “Ohiya, Kek. Kakek kapan pulang dari Malaysia?” tanya Dasya mengalihkan pembicaraan. “Hari ini, itupun karna dipaksa sama si kutu kupret ini.” Hans melirik Doni dengan lirikan tajam. Sementara, yang dilirik sama sekali tidak merasa takut, malah hanya menghela napas kasar. “Dia sudah tidak sabar untuk kembali ke Indonesia. Katanya, rindu pada seseorang. Dia saja yang merindukan orang, tapi tidak ada yang merindukannya,” ejek Hans lagi kepada Doni.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai lanjutan pulang pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status