Karma pahit seorang pelakor
Karena sejak saat itu dia bertekad, dia akan menjadi mimpi buruk Admodjo, tidak akan dia biarkan Admodjo tidur dengan tenang mulai saat ini, karena Admodjo sendiri yang mengibarkan bendera perangnya.
"Nduk"
"Iya pak?"
Jawab Mursiyem sambil meletakkan kopi untuk pak Jarno, ketika lelaki tua itu duduk di teras depan rumahnya menikmati senja.
"Duduklah, ada yang ingin bapak bicarakan"
Mursiyem pun duduk dengan heran, ada apa pikirnya, tak biasanya pak Jarno seperti ini, hatinya pun merasakan ada hal tak baik yang akan pak Jarno sampaikan.
Hot Chapters