OUCH IT'S YOU
Seru wanita yang nyaris empat puluh tahun itu, sambil mengunyah berondong jagung karamel yang kalau nggak salah inget, hak miliknya masih atas namaku.
“Enak?”
“Hu’um. Gratis.” Jawabnya mengangguk nggak tahu diri. Kebiasaan.
“Terus kenapa kamu ladenin?” Mas Rumi seperti masih haus penjelasan, kembali memborongiku dengan pertanyaan yang sebenarnya simpel, tapi kok jawabnya beraaaaaat banget.
“Satu, dia udah jauh-jauh nyamperin. Dua, dia jomblo. So, kenapa nggak?”
Hot Chapters