Maaf, Aku Memilih Mundur
“Tengah hari bolong begini. Lu malah berkeliaran di sini. Harusnya, lu itu keluarnya maghrib! Gasik amat, matahari masih terik gini udah nongol aja lu.”
“Enak aja! Lu pikir gue demit?” sanggah Lastri yang tak terima dengan ucapan Jubaedah. “Sebagai tetangga yang baik, gue itu di sini lagi nemenin anak elu, yang keliatannya kusut banget setelah cerai dari Devi. Gue takut dia malah putus asa terus ….”
Bu Lastri tak melanjutkan ucapannya, namun wanita itu tampak menggerakkan telunjuknya secara horizontal di leher. Mengisyaratkan hal yang tak lain adalah ….