Pendekar Pedang Naga
Latihan-latihan itu bukan sekadar tentang mengayunkan pedang, tetapi juga soal kesabaran, ketekunan, dan pengendalian diri—semua hal yang sulit diterima Kael, yang hatinya masih terbakar dendam.
Pagi itu, seperti biasanya, Kael sudah bangun sebelum matahari muncul di langit. Ia keluar dari pondok, menghirup udara dingin pagi yang terasa segar. Di tangannya, sebilah pedang kayu yang sudah mulai terkikis di beberapa bagian. Kakek Ling sudah menunggunya di lapangan terbuka yang mereka gunakan sebagai tempat berlatih.