SUJUD TERAKHIR EMAK
Perjalanan panjang dari kampung ke Jakarta, lalu menempuh penerbangan berjam-jam, benar-benar menguras tenaga.
Namun begitu menginjakkan kaki di tanah Arab, keduanya merasa ada energi baru. Bukan semata karena suasana yang berbeda, tapi karena tekad di dada, mereka harus segera menemui Mak Asih.
Tak hanya itu, anak mereka juga menghadirkan seorang teman, seorang pemuda yang fasih berbahasa Arab. “Namanya Fawwaz, teman kuliahku dulu,” jelasnya. “Dia siap membantu selama di Arab. Jadi kalau ada urusan administrasi rumah sakit, komunikasi dengan dokter, atau hal-hal kecil lain, insyaAllah lebih mudah.”