Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Baru Untuk Om Duda

Istri Baru Untuk Om Duda

“Biasanya ‘kan ditaruh di-laundry kalau Sasya atau Zizi gak sempat ngerjain.” Alena tersenyum. “Mumpung panas, Mas. Biar cepat kering.” Aziz mengangguk. Ia melirik keranjang cucian. “Kamu pakai deterjen yang beda?” Alena berhenti sebentar, lalu mengangguk kecil. “Iya. Yang ini lagi diskon.” Nada suaranya biasa. Terlalu biasa. Aziz tidak langsung menanggapi. Ia membantu menggantung satu kaus kecil milik Aksara.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Aku langsung mengangguk setuju dan tepukan lega tangan dingin Muray langsung mendarat di pundakku yang masih ia pegangi, "thank you, your a live saver, Mira." Aku hanya tersenyum tipis, mengangguk saat Muray meningalkanku dengan list pekerjaan baru yang harus kulakukan. ---------- ------------ --------------- Matahari sudah muncul saat aku selesai mengerjakan pekerjaan utamaku. Tumpukan baju dan handuk kotor yang kumasukan ke dalam plastik hitam besar, kubawa kebagian laundry. Seperti kata Muray dua orang lansia yang biasanya mengurusi pakaian-pakaian kotor tak ada di pos mereka.
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 930 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

ucapnya kala kami berada di depan pintu kaca laundry. Terlihat keadaan laundry begitu ramai, sepertinya banyak mahasiswa yang juga mencuci di sana. Mengingat tempat ini dekat dengan kampus, sehingga tempat ini sangat sesuai bagi mereka yang ngontrak atau ngekost. Aku kembali menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangan, tidak lama lagi, kelas Bu Mega akan dimulai sehingga aku sudah sangat gelisah. Mungkin karena itu pula, Devan menawarkan bantuannya.
1017.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 473 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

“Sini neng, temani kita main kartu.” kalimat-kalimat sialan yang hampir Raana dengar tiap hari, namun dia masih sabar. Raana tidak menghentikan langkahnya, dengan wajah ketus dia terus berjalan. “Makin judes, makin gemesin,” tawa bapak-bapak pengangguran di sana. * * Esoknya Raana membuka tempat laundry, kebetulan Nala tidak datang karena ada urusan. Raana juga terbiasa buka sendiri, sambil mencatat pesanan masuk, ia menyetrika tumpukan pakaian usai di cuci.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku membuka pintu kamar, menemukan Lhambang yang sedang memakai celana pendeknya sementara dia tetap membiarkan kaosnya tergeletak di lantai. "Kamu lagi ngapain?" "Jemur pakaian." "Kamu bego apa gimana? Kan diluar hujan." "Kan mesin cuci kita ada pengeringnya." Dengan kesal, setelah menenggak minumnya karena dia baru saja bangun tidur maka dia harus minun air putih terlebih dahulu. Dia berbalik, memandangku dengan sorot mata yang kesal. "Maksud aku, kenapa nggak laundry aja, kenapa belakangan ini kamu jadi sering cuci baju sendiri?"
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

tanya salah satu tetangga yang sengaja menghampiri Jelita dan Puspa saat mereka tengah menaruh jemuran yang baru selesai dibuat oleh tukang. "Eh, cuma mau nerusin usaha yang sudah saya rintis sejak dulu, Mbak," jawab Puspa. "Apa, Mbak?" Si tetangga makin kepo. "Kami mau buka loundry, Bu. Selama ini para tetangga kan banyak yang menggunakan jasa ibu untuk mencuci dan hal itu sangatlah terbatas. Sekarang kami bisa menampung semua cucian para tetangga yang membutuhkan jasa mencuci," jelas Jelita.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
Jaring Cinta Sang Bodyguard

Jaring Cinta Sang Bodyguard

jelas Utari. Hisyam manggut-manggut. "Ya, izinkan saja. Mau libur dua minggu juga boleh." "Oke." "Bagian bersih-bersih, kita kerjakan sama-sama," usul Lazuardi. "Pakaian di-laundry saja, supaya tidak repot," papar Gwenyth dengan bahasa Indonesia yang makin lancar. "Ya. Bagian makan, beli masing-masing," cetus Hisyam.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
Kukembalikan Suami Pada Mertua Munafik

Kukembalikan Suami Pada Mertua Munafik

Mereka menitipkan beberapa brosur di warung-warung, konter, dan membagikan brosur pada orang-orang yang mereka temui di jalan yang mereka lewati. Sebagian mereka senang menyambut tempat laundry yang akan dibuka itu, apalagi ada potongan harga yang akan diberikan pada pelanggan untuk tiga hari pertama. Annisa dan Karina menunjukkan lokasi usaha mereka itu. Juga menuliskan nomor ponsel yang bisa dihubungi oleh pelanggan yang membutuhkan pelayanan untuk mengambil pakaian kotor di alamat mereka dan mengantarkannya kembali setelah pakaian selesai dicuci. Annisa dan Karina juga membagikan brosur di taman, ada beberapa orang yang sedang duduk dan bersantai di taman itu.
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 444 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
DIKIRA PENJUAL NASI KUNING

DIKIRA PENJUAL NASI KUNING

Jam tujuh pagi biasanya laundry sudah buka, pulang setengah empat sore. Tiap laundry ada dua karyawan yang saling membantu. Hanya saja saat ini empat karyawanku berkumpul di laundry yang kedua, sebab yang lama masih direnovasi agar lebih nyaman dan enak dipandang. "Mbak Lana, tumben pagi-pagi sudah ke sini?" sapa Intan, karyawan terlamaku. Aku dan dia pun berpelukan singkat, begitu pula dengan tiga karyawan lainnya yang usianya cukup jauh di atasku.
1025.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 611 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
Warungku Ditutup Jin

Warungku Ditutup Jin

Kulihat istri tercinta sedang memandikan anak kami di dalam kamar mandi dengan pintu terbuka sehingga netra ini bisa melihat jelas mereka berdua. Sudah lebih dari 5× aku keluar masuk rumah untuk membawa keperluan jualan. Setelah dirasa beres aku mengambil bungkusan garam dan botol yang tadi sudah kuletakkan di meja warung. Gegas menyiram halaman depan warung dengan sebotol air serta menabur garam. Lalu membuang botol dan kresek bekasnya di keranjang sampah bawah gerobak.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai laundry open munggu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status