Sketsa Cinta Arina
Ia menyerahkannya padaku sambil berkata, "Ini bajunya, Tuan Muda. Sudah saya cuci, bersih, wangi, rapi. Boleh dicek. Jangan lupa tipsnya dong."
"Wah, cepat sekali. Ibumu buka laundry kah? Makasih, Arin." Aku melihat isi tas itu, bajuku yang sudah bersih lagi dan tercium aroma pewangi pakaian. "Ini sungguhan diberi pewangi satu botol?"
"Dua botol malahan. Hahaha," candanya. "Dan sekadar informasi, ibuku nggak buka laundry ya. Ibuku seorang penjahit. Yang jadi tukang cuci itu saya, Pak."
Sikat na Kabanata