Melawan Suami dan Mertua
Pria itu langsung merangkul tubuhku dan membawanya ke kursi makan.
“Semua ada hikmahnya, Sayang. Coba ingat-ingat, betapa hidup kita sekarang jauh lebih bahagia ketimbang dulu? Aku bisa kerja dengan lebih tenang, meskipun gaji tidak seberapa. Kita bisa punya rumah sendiri dari hasil keringatku yang halal dan tanpa riba. Aku sama kamu bisa fokus ngejalanin program hamil lagi, meskipun sampai detik ini belum juga ada hasil. Nggak apa-apa. Semua memang berproses. Yang penting, kita berdua sekarang lebih bahagia.” Mas Vadi yang duduk di sebelahku, kini merangkul dan mengusap-usap kepalaku.
Aku langsung mengembuskan napas berat. Memejamkan mata untuk sejenak, lalu memasukan pikiran-pikiran positi
Hot Chapters