Boss With Benefit
“Kalau kamu nggak mau… mungkin kita bisa bicara soal bentuk hubungan lain. Saya hanya ingin kamu tahu, saya serius dengan ini. Tapi saya juga sadar, ini rumit.”
“Rumit, ya?” Naila mengulang kata itu dengan senyum tipis. Tapi senyum itu tidak menunjukkan emosi apa pun, hanya sekadar formalitas. Devan menunggu, hatinya berdebar lebih keras dari sebelumnya. Ia tidak tahu apa yang akan dikatakan Naila. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Devan benar-benar takut pada jawaban seseorang. “Maksudnya Bapak ngajakin saya menjalin hubungan boss with benefit?”
”Semacam itu, atau kamu mau yang gimana? Apa kamu tertarik pacaran?”
Hot Chapters