Perawan Untuk Om Duda
“Kamar aku yang mana, ‘ya, Om?”
Kamar aku? Yang benar saja. Panji tidak banyak mendebat, langsung berjalan mendahului istrinya dan berakhir membuka sebuah pintu berornamen khusus di lantai dua. Setelah dibuka, tampaklah ruang beraroma semerbak lily dengan taburan mawar merah di atas kasur putihnya.
“Astambah, ini aku mau dijadiin tumbal babi ngepet apa gimana?” cibir Selma, kakinya mengikuti Panji masuk ke dalam.