Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU

CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU

Sesampainya di lantai dua, Darto memimpin Miranti menyusuri lorong sempit dengan pintu-pintu tertutup di salah satu sisinya. ”Kamar Mbak di paling ujung,” Darto menunjuk ke pintu terakhir di lorong. ”Tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman untuk ditinggali sendiri.” Mereka berhenti di depan pintu berwarna cokelat yang catnya sudah mengelupas di beberapa bagian. Darto membuka pintu itu, mempersilakan Miranti masuk terlebih dahulu dengan gestur yang sedikit berlebihan.
5.3K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as lemari pintu 2
Read
+Library
Diusir Suami, Dimanjakan Tuan Presdir

Diusir Suami, Dimanjakan Tuan Presdir

Ralin memaksa kedua matanya membuka lebih lebar dan meraih seluruh kesadarannya agar kembali seratus persen. Tapi interior ruangan ini membuat Ralin makin tidak yakin jika ini kamarnya Levi. Apalagi terdapat lemari kaca besar nan panjang. 'Sejak kapan Levi suka lemari kaca tanpa gambar karakter?' Kemudian Ralin menatap tempatnya berbaring. Dia makin mengerutkan kening dan mengucek matanya untuk menelisik ruangan ini. Namun matanya yang berat karena tidur terlalu lelap, membuatnya tidak cepat mengenali kamar ini. Ditambah lampu yang tetap dibuat remang-remang.
1068.7K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as lemari pintu 2
Read
+Library
Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

“Kami janji. Kami tidak akan berbohong. Kami akan membawamu keluar dari desa ini.” Naka menyembulkan senyum tipis. “Pintu yang aku maksud ada di bawah lemari,” ucapnya sambil menunjuk ke arah lemari besi tua berukuran cukup besar yang keberadaannya terletak di dekat pintu. Melihat jelas letak lemari besi yang dimaksud, Marca dan Wirotama bergegas mengambil posisi. “Lemari ini terlalu besar, akan sangat lambat jika hanya digeser oleh dua orang,” kata Marca.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 216 Times as lemari pintu 2
Read
+Library
Kamar 2A

Kamar 2A

“Aku juga nggak ngerti. Bu Narti cuma bilang jangan buka pintu lewat jam dua.” Lia langsung menutup mulut sambil mengangkat tangan. “Stop. Kalo pemiliknya udah kasih aturan serem gitu, itu udah red flag.” “Makasih masukannya,” gumam Rara sarkastis.
598 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as lemari pintu 2
Read
+Library
Penghuni

Penghuni

"Iya. Kita harus tau apa yang disembunyikan Pak Darmo di sini." Aku bangkit, berjalan mendekati lemari jati itu. Ada bau kapur barus tua dan debu yang menyengat saat aku memasukkan kunci ke lubangnya. Krek! Pintu lemari terbuka. "Uhuk! Gila, debunya," keluh Ranti sambil mengipas-ngibaskan tangan di depan hidung. "Ada apa aja di dalem?" Heru ikut berdiri, melongok dari belakang bahuku.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as lemari pintu 2
Read
+Library
Cinta Dalam Riuh Salju

Cinta Dalam Riuh Salju

“Pintu otomatis... kode: 9713#.” Amara mendekati panel pintu garasi. Jarinya menari cepat, memasukkan kode sambil tetap siaga dengan pistol kecil berisi peluru pembius non-mematikan. Pintu terbuka perlahan, dan di dalamnya—seperti keajaiban—mereka melihat kendaraan biru tua, tanpa plat. Leo segera membuka pintu belakang dan membantu Emil naik. Tapi saat Amara hendak masuk ke kursi pengemudi, peluru menghantam kaca samping, membentuk retakan jaring laba-laba.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as lemari pintu 2
Read
+Library
Dijodohkan dengan Bos Super Galak

Dijodohkan dengan Bos Super Galak

Ghea memperhatikan Sinar yang kagum melihat gambarnya, sibuk mencari plester dan gunting. “ Nar, au antung di intu,” kata Sinar. “ Oh. Sinar mau gantung di pintu? Pintu kamar atau pintu lemari?” Mata bulat yang hampir dipenuhi warna hitam menatap ke pintu kamar dan pintu lemari,” Intu nemayi.” “ Mbak Marini tolong gantung di pintu lemari pakaian dik Sinar.” Melihatnya Sinar meloncat-loncat dan bertepuk tangan,” hoyyee.. ada papa.”
15.1K viewsCompletedAdded to Library 543 Times as lemari pintu 2
Read
+Library
Pura-pura Menikahi Tuan Presdir

Pura-pura Menikahi Tuan Presdir

"Kamu aman di sini, Ri. Lantai dua belas hanya ada dua unit. Satu dua satu ini yang akan kamu tempati. Nomor satu dua dua, dihuni oleh Fery. Dia orang kepercayaanku." Aku melirik unit yang ada di seberang. Sepertinya ukuran dua tempat itu sama besar. "Sini, aku kasih tahu sandi pintu ini." Lelaki di sampingku menekan papan tombol yang ada di pintu. Satu lima nol lima satu delapan. Melihat angka pertama dan paling akhir, sepertinya itu bukan tanggal lahirnya. Seperti tahu yang sedang kupikirkan, Reinhard mengulas senyum sehangat kopi pagi.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as lemari pintu 2
Read
+Library
NODA CINTA

NODA CINTA

rengek Gendis yang menggerak-gerakkan kakinya, tersangkut pada kayu bingkai pintu lemari itu. Lemari tersebut memang kecil, dengan lebar seukuran televisi tabung 21” dengan tinggi hanya 50cm. Sehingga, badan Gendis benar-benar pas masuk di dalamnya, dengan kaki ditekuk sebisanya. Entah bagaimana awal mula, sehingga Gendis bisa memasukkan badannya di sana. "Bisa masuk, tapi ke luar tak bisa," batin Bu Warni.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as lemari pintu 2
Read
+Library
Diasuh Bos Besar

Diasuh Bos Besar

Ia berjalan lurus hingga tiba didepan pintu nomor 2005. “Ini apartemenmu! Pinnya adalah enam digit angka tanggal lahirmu. Kamu bisa menggantinya sesuai keinginanmu.” Kata Tuan Malik sambil tangannya menekan enam digit angka di kotak elektronik yang berada didekat pintu masuk. Kepala Marlena mengangguk mengerti. Setelah terdengar bunyi KLIK, pintu pun terbuka, dan Tuan Malik segera masuk kedalam, disusul kemudian Marlena.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as lemari pintu 2
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status