Pesugihan Tumbal Nyai
Jantung semakin berdegup kencang, tangan kuangkat untuk memanjatkan doa agar dipermudah dan pulang dalam keadaan selamat.
"Bismillah. Ya Allah, atas segala kuasa-Mu aku berdiri di sini, maka pulangkan kami dengan segala kuasa-Mu kembali," ucapku mengusap telapak tangan ke permukaan wajah.
Dengan penuh keyakinan dan tekad yang kuat, akhirnya kaki ini membawaku masuk ke dalam gua. Decitan kelelawar menyambut kedatangan dengan riuh, bahkan di antaranya terbang ke luar dari gua ini. Gelap, sunyi, sepi dan pengap. Begitulah yang kurasakan ketika masuk lebih dalam menuju tempat penyekapan.