Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Bayangan seseorang tampak dari balik kaca menatap tajam ke arah papan nama “Dinda Snack & Home Taste.” “Yon” bisik Dina pelan “Kayaknya ini belum berakhir.”
819 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Selama kamu masih hidup, aku nggak akan ampuni kamu. [ Evelyn, kembalilah. Buatkan bubur untukku. ] ... Sebagian besar pesannya adalah ancaman. Namun, seiring berjalannya waktu, dia makin cemas karena aku tidak membalas pesannya. Saat senja tiba, dia berdiri di depan dinding kaca dan menatap hamparan matahari terbenam dan bergumam pada dirinya sendiri, "Jadi, mau gimanapun, aku akan selalu jadi pihak yang dicampakkan? Evelyn, meski aku ini seekor anjing, kamu juga nggak mungkin campakkan aku dua kali, 'kan?"
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

batin Senja. Secara tiba-tiba pandangannya menyilau, saat cahaya terang menembus retina matanya. "Pulang juga kamu, Senja," Rey berdiri dengan menyender dibagian dinding, sambil menatap tajam kearah Senja. Senja tidak berani melanjutkan langkahnya. Tubuhnya merasakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi. Rey berjalan mendekat ke Senja. Kedua tangannya mengepal, menahan emosi yang sudah siap meledak.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Abang ojek itu harus membangunkannya dengan lembut, membisikkan, “Mbak, sudah sampai.” Gracya mengusap matanya, terkejut mendapati abang ojek yang tersenyum di depannya ternyata cukup tampan. Sebelum ia sempat mengucapkan terima kasih, abang itu hanya berkata, “Hati-hati, Mbak. Kayaknya mau hujan, jangan lupa jemurannya diangkat ya.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
Biduk Cinta Senja

Biduk Cinta Senja

Luka memar pun tampak di beberapa bagian tubuh Senja. Langit mendekati Senja yang terkulai lemah. Napasnya pun terdengar lambat. Detak jantung berdenyut pelan. Langit mencium puncak kepala Senja dan memeluknya. Ari mata luruh menetes membasahi kedua pipi Langit.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

Suasana menjadi tegang kembali. “Hari sudah semakin sore, apa kalian tidak ingin pulang?” tanya Ira. “Iya, ini sudah hampir magrib, lebih baik aku pulang takut di cari orang tuaku, ayo Irsab kita pulang saja,” ajak Nasah. “Iya, baiklah aku dan Nasah pulang dulu ya, kalian nikmati saja kebersamaa ini,” kata Irsab. “Baiklah kalian hati-hati di jalan ya, sampai bertemu kembali,” kata Ira.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

Bahkan, tentang si kembar yang merupakan anak kandung Senja. Senja tersenyum tipis, nyaris tak terlihat. Ia menunduk, lalu perlahan membetulkan selimut di dada perempuan tua itu. Dalam hati, ia tahu bahwa tak semua luka bisa disembuhkan waktu. Ada yang hanya bisa diterima dengan air mata dan penyesalan yang tak pernah habis. *
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

Kalian tahu apa arti senja untuk kehidupan? Ya senja bagiku adalah dikala sesuatu yang bahagia tiba-tiba berubah menjadi duka. Semua orang menyukai senja dan semua orang selalu menunggu datangnysa senja. Namun tidak bagiku, aku tidak menunggu bahkan mengharapkan senja. Karena senja untuku adalah sebuah petaka yang dimana aku harus menyelesaikannya seorang diri.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Gelang itu tergeletak di lantai, mungkin terjatuh saat aku mengemasi barang-barangku. "Terimakasih ya Tante, aku pamit dulu". Aku bahkan tidak sempat berpamitan dengan sopan, aku langsung naik motor dibonceng oleh Ida, dan gas poll. "Pegangan ya!" Ida berteriak memberitahuku, aku memegang pundak Ida, kami melaju kencang melewati jalanan sore yang begitu ramai oleh lalu lalang orang yang pulang kerja, disela-sela kepanikan ini, aku mencoba menikmati langit sore, keramaian suasana kota Semarang, hari ini aku akan menyatakan cinta padanya, aku menatap semburat jingga yang mengiringi mentari kembali ke peraduannya, indah sekali. Aku berharap, akhir kisahku akan seindah langit sore ini. Brak!!! S
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

Tanya Asta lagi. "Oke, gua nebeng." "Nja, lu mau bareng apa di jemput?" Tanya Asta kepada Senja. "Em... Engga usah, Ta. Gua minta jemput aja. Nanti ngerepotin, lagian kita enggak searah," jawab Senja.
9.97.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai lembayung senja adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status