Kelana
Lagi pula, Lana belum merasa ingin minum setelah tadi ia menghabiskan es kopi susu ukuran large di coffee shop tempat Arga bekerja.
Lana duduk di bagian terluar permadani, tidak mendekat karena seseorang masih berkonsultasi pada lelaki plontos berbandana yang bernama Caleb itu. Sementara menunggu, Lana menikmati wangi aromaterapi yang menguar dari dupa di sudut ruangan. Suasana toko buku dan ruang baca Nirvana sungguh menghadirkan ambience yang menyenangkan dan menenangkan. Lana benar-benar betah dan menyukainya.
Setelah menunggu kurang lebih lima menit, kerumunan anak muda yang kira-kira masih berusia mahasiswa itu beringsut dari permadani tempat Caleb dan tarot-tarotnya beraksi. Giliran La
Hot Chapters