Air Mata di Antara Bunga
Y.Ybunga kematianperjalanan sang bungabunga patah hatibunga terakhir
Sarah terus bicara sambil berjalan masuk ke rumah, seolah-olah rumah ini miliknya.
“Wow, lukisan ini Rangga bawa dari Milan, ya?” ucapnya sambil menunjuk lukisan dekat tangga lantai dua.
“Nggak kusangka dia benar-benar membelinya. Sayangnya, Bastian nggak izinkan aku memilikinya. Kalau nggak… mana mungkin aku rela melepasnya ke Rangga?”
Senyumnya licik, matanya mengedip penuh ejekan.