Milik Sang Bayangan
Pria itu tidak terlihat seperti kriminal, tapi justru karena itu, Kayra tahu… dia lebih berbahaya daripada yang terlihat.
Saat Kayra mendekat, Valen mengangkat alis sedikit. Tapi bukan senyum yang ia berikan, melainkan tatapan intens.
“Datang juga,” ujarnya pelan, suaranya rendah seperti bariton cello.
Kayra duduk tanpa diminta. “Aku penasaran, bukan tertarik.”
Valen menyeringai sedikit. “Bedanya tipis, Leone.”
“Kalau kamu berharap aku pakai dress dan senyum manis malam ini, kamu salah.”
Bab Populer