SELUMBARI
Dengan kondisi cahaya yang minim, aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas walau jarak kami tidak sampai satu meter.
Ctar! Kilat menyambar. Bulu kudukku tiba-tiba berdiri. Walaupun sekilas, aku dapat melihat wajah pria ini tidak mulus, aku tidak yakin. Ctar! Kilat menyambar sekali lagi. Aku tercekat, wajah pria ini tertutup dengan topeng. Dan mataku menangkap sesuatu yang menyilaukan mata saat kilat menyambar, aku melihat ke arah sumber yang aku lihat. Tangannya, memegang... pisau? Aku menatap wajah pria di depanku, melihat ke tangannya lagi. Oh, tidak. Apa yang akan dilakukan pria ini? Aku berlari.
Chapitres populaires