Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Dalam perjalanan, Julian berkata, "Bu, aku tidak mau belajar piano lagi, aku juga tidak mau Pak Joses lagi. Jangan nangis." Matanya sendiri masih bengkak, tetapi Julian malah menghiburnya. Susan merasa sedih dan bersalah, dia menahan emosinya dan menyeka air matanya, "Ibu nggak nangis." "Tapi, matamu terlihat sangat sedih." Mendengar ini, Susan tak kuasa menahan tangis, "Julian, maaf! Semua ini gegara Ibu tak berguna!" Gegara tak berguna, dia tidak bisa mempertahankan apa pun.
17.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 666 kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Legenda Pedang Langit Dan Bumi

Legenda Pedang Langit Dan Bumi

“Ini bukan hadiah. Hanya pengingat. Bahwa langit dan bumi bukan hanya tentang kekuatan. Tapi tentang arah yang kau pilih ketika kau sendirian.” Liang Feng menerima tanpa bertanya. Tak lama kemudian, langkah ringan terdengar dari balik kabut. Bai Zhen muncul dengan jubahnya yang sedikit basah oleh embun. “Satu malam,” katanya ringan. Liang Feng tersenyum tipis. “Rasanya lebih dari itu.” “Kalau begitu mari kita gunakan sisa hidup ini dengan baik. Karena tak semua orang diberi waktu lebih dari satu malam untuk mengerti siapa dirinya.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Doa Yang Harusnya Tak Aku Langitkan

Doa Yang Harusnya Tak Aku Langitkan

Dia memandangi langit dari teras masjid, hari sudah hampir sore dan sungguh jiwa raganya merasa letih menghadapi segala kenyataan yang dia terima hari ini. 'Astaghfirullahal'adziim wa atuubu ilaiih..' lirihnya sambil menarik dan mengembuskan nafas berulang kali. Sungguh, jika bisa, dia rasanya ingin menyerah dengan semua ini. Tapi banyak sekali pertimbangan yang harus dia pikirkan dengan matang.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Langit

Bintang untuk Langit

Tatapannya begitu sendu dan penuh kesedihan, hingga tanpa terasa setetes bulir kristal bening kembali luruh dan buru-buru diseka. 'Bintang mencoba melepas langit, karena pada waktunya bintang akan menghilang meski masih ingin bertahan. Bintang memang lupa diri, karena berani meninggalkan langit yang menjadi tempatnya bernaung selama ini.' ** 'Tanpa Bintang, Langit begitu suram, hingga pada akhirnya hanya ada kegelapan yang menyapa. Menutup hati, membuat Langit terus merasa, hampa.'
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Bagaikan Daun Di Musim Gugur, Cintaku Berjatuhan

Bagaikan Daun Di Musim Gugur, Cintaku Berjatuhan

Dia adalah orang gila yang sesungguhnya, tidak ada bedanya dengan iblis. "Zarend!" Aku tiba-tiba membuka mata, mendapati diriku terbaring di sebuah ruangan yang asing. Beberapa orang yang tidak kukenal berdiri di sekelilingku. Dengan waspada, aku mengamati keadaan sekitar. Ruangan itu ditata dengan gaya klasik kuno, sangat mirip dengan latar dalam drama kolosal. "Di mana ini? Siapa kalian?" Mentor Chellyn melangkah maju, lalu tersenyum ramah. "Zarend, aku yang membuat kesepakatan dengan Kehendak Langit untuk membawamu ke sini."
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Devil (Indonesia)

Devil (Indonesia)

Nafasnya mengembus dan mengenai wajahku, membuat aku memerah seperti tomat yang terlalu matang. Aku mengambil nafas dan mengeluarkannya, aku berusaha mengatur nafas dan menormalkan detak jantungku yang tak beraturan karena kalimat nakalnya. “I could give you so many pleasure you have never experienced…Nadja. Onlyme who could satisfy your every needs. Nobody touches better than I do. Sentuhanku…tak ada yang bisa menandingi rasanya sentuhanku di kulitmu. Tubuhku diciptakan untuk membuatmu berteriak nikmat dalam desahan nafas yang…..”
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Cruel Boy

Cruel Boy

Refan melirik langit biru. Di sisi lain, Rafan tengah berbaring tanpa peduli beralaskan tanah. Manik hitamnya, terus menyorot hampa pada langit biru. Ditemani—musang kecil yang duduk di sampingnya. Lambat laun, Rafan terpejam dan tanpa sadar pulas sekali. Efek terbiasa di alam liar, membuat Rafan sulit beradaptasi lagi dengan rumah sebenarnya.
9.725.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Kembali Untuk Mengguncang Langit

Kembali Untuk Mengguncang Langit

raung Dokter magang Zhen dengan keras. Penjaga Keamanan yang berada di sana langsung tercengang, dia tidak bisa tidak menatap Dokter Zhen dengan tatapan memuja. Kaisar Langit adalah eksisten diatas segala-galanya, dia adalah dewa diantara manusia. Mereka semua hanya tahu Kaisar langit adalah Immortal yang telah melewati batas planet biru.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Langit Pelangi

Langit Pelangi

Pelangi tertawa bahagia "pergi aja sana pergi, nanti juga bakal ketemu lagi.Langit sama pelangi itu satu paket gabisa dipisahin, jadi gw bakalan tetap bisa nemuin lo dimanapun lo berada langit!" Setelah melontarkan ucapan konyol yang entah ia dapat darimana, pelangi kembali mengulum senyum lebarnya. Ia meraih susu coklat milik langit yang ditinggalkan "sayang kalau dibuang, udah dipegang juga sama langit" Pelangi mengelus elus kotak susu nya lalu menempelkannya dipipi seolah itu adalah sesuatu yang ia sayangi "aaaa langiittt"
82.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Cintai Aku, Seperti Aku Mencintaimu

Cintai Aku, Seperti Aku Mencintaimu

Irish benar-benar mabuk. Di tengah lantai dansa Irish bergerak sempoyongan kesana kemari. Tubuhnya yang tidak seimbang hampir jatuh dilantai kalau saja dua lengan kekar tidak segera menangkapnya. Irish mendongak untuk melihat malaikat penolongnya malam ini. Matanya mengerjap-ngerjap memastikan bahwa malaikatnya malam ini adalah Reagan. “Reagan?”
1060.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai lirik bagaikan langit dan bumi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status