Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Dia menuangkan dua gelas alkohol untuk dirinya sendiri, lalu mengeluarkan sebotol pil tidur dan menelan semuanya. Matahari terbenam di kejauhan terlihat sangat indah. Sebelum kesadaran terakhirnya memudar, Christopher menempelkan wajahnya dengan erat pada fotoku, seperti yang pernah dia janjikan padaku.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
My Romantic Boss

My Romantic Boss

bisik Ody lagi lalu mencium bibir El mesra. * I just wanna be the one to paint your heart, babe So that I could go and colour all the love in I just wanna be the eraser to your heartache So that I could go and wipe away your sorrow and your pain -Be The One - Mytha Lestari-
1040.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 962 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Jingga mengusap perut, “Tolong ya, jangan minta es krim jam dua pagi lagi.” Senja memandangi mereka sambil tersenyum, “Ini waktu terbaik hidup kita, kan?” Malam harinya, mereka menyewa fotografer lokal. Tapi ide dadakan Senja, melukis perut masing-masing. Narumi menggambar bintang dan bulan. Jingga membuat gambar matahari kecil. Senja memilih bunga kamboja putih.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

Dian menolehkan kepalanya dan tersenyum "Jelas. Kak Andra dan Kak Dimas hebat. Aku mau punya banyak piala seperti Kak Andra", jawab Dian tulus. "Lihat Kak, aku menggambar tadi sambil nunggu Kak Andra", kata Dian menunjukkan gambar pemandangan yang biasa digambar anak SD, tetapi terlihat berbeda karena di gambar itu ada keluarga yang lengkap sedang berbahagia di sebuah taman. Andra memperhatikan gambar itu membuat suasana hatinya semakin sendu.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

sahut Bu Anita dengan nada lirih, menyerupai bisikan. “Syukurlah, jangan sampai dia tahu. Bisa hancur rencana kita.” Lora menghela napas pelan, nyaris tak terdengar. Untung saja mereka mempercayai ucapannya tadi. Tak ada yang perlu ia khawatirkan untuk saat ini. Ia pun kembali melanjutkan langkah yang sempat tertunda. Bodoh, ya? Senyum miring terukir di wajah Lora. Mereka menganggapnya wanita bodoh yang mau-mau saja dimanfaatkan. Baiklah, kalau itu yang mereka kira, maka ia akan menjadi seperti yang mereka inginkan.
10212.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.3K kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Ia naik taksi menuju Galeri Senja, dengan perasaan campur aduk antara takut dan tekad. Saat ia tiba, Galeri Senja sudah sepi. Lampu-lampu sudah dipadamkan, hanya menyisakan cahaya remang-remang dari luar. Bima sudah menunggunya di dalam, duduk di bangku panjang di depan mural yang mereka kerjakan bersama. Aura melankolis menyelimuti Bima, namun matanya memancarkan tekad yang kuat. "Terima kasih sudah datang, Raina," kata Bima, suaranya pelan.
10959 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun berkata layaknya puisi. "Wah Kenzo, aku tidak menyangka, sajak puisimu begitu menyentuh jiwa." ejek Leon sambil tertawa. "Jaga dia, dia gadis yang baik. Jangan pernah sakiti dan kecewakan dia, bahkan sampai membuatnya menangis," kata Kenzo sambil mwmbaca bukunya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Tentara Tampan Itu Suamiku

Tentara Tampan Itu Suamiku

Sontak para warga dan relawan memberikan tepuk tangan untuk Dokter tampan itu. Kanaya yang tadi tengah memperhatikan Rey pun ikut memberikan tepuk tangan kepada Fahmi. Fahmi mulai membuka suara, pandangannya terus tertuju kepada Kanaya yang sedang memainkan ponselnya. "Satu buah lagu milik Budi Doremi dengan judul Melukis Senja, semoga kamu suka dengan lagu ini," ucap Fahmi lagi, dan meminta Anggota militer memetikan gitar untuknya.
9.9148.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

Bila larut tiba wajahmu terbayang Kerinduan ini semakin dalam🎵 🎶Gemuruh ombak di Pantai Kuta Sejuk lembut angin di bukit Kintamani Gadis-gadis kecil menjajakan cincin Tak mampu mengusir kau yang manis🎵 🎶Bila saja kau ada di sampingku Sama-sama arungi danau biru Bila malam mata enggan terpejam Berbincang tentang bulan merah🎵 Du du du du du du Ho ho ho oh.....
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

Dan yang tersisa dari kita hanyalah bahagia serta amin dari orang-orang yang turut mendoakan cinta kita. Sayang sekali itu hanya karya tulisan tangan di selembar kertas putih. Yang awalnya kosong kini telah bercampur dengan tinta hitam. Melukiskan suasana hati sang penulis; Alara Senja. Di mana netra hitamnya memandangi awan sore yang kelabu. Berarak mengikuti angin di sertai lukisan orange sebagai latar.
7.79.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status