Hati yang Terbagi
Mukaku terasa panas, Flo mengulitiku habis-habisan.
"Satu lagi, Mbak, kamu dan Mas Ubay itu ibarat cheesecake mahal, dengan roti bukukan ditempat sampah!" Lalu dia tertawa lagi.
"Kur*Ng ajar kamu, Flo!"
Aku dengan cepat mendekati Flo lalu meraih kursi rodanya, dan mendorong kencang ke arah tangga.
Alih-alih takut, Flo malah tertawa lebar, hingga suara itu hilang bersama kursi roda yang jatuh dari tangga teras dan menghantam lantai halaman yang sudah disemen itu.