Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kamulah Jodohku, Alyana!

Kamulah Jodohku, Alyana!

timpal Alina dengan suara yang lembut. "Kamu selalu saja membelanya, tapi apa dia menghargai kebaikanmu? Dia itu nggak tahu berterima kasih!" Arifin balas mendengkus dengan kesan menghina. "Aku benar-benar berharap dia nggak kembali ke Keluarga Imano! Cukup kamu saja yang jadi adikku!" Royan langsung memelototi Arifin dengan sorot memperingatkan sehingga putra keduanya itu mau tidak mau diam.
1064.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

gumamnya, suara itu nyaris tenggelam dalam gemuruh hujan. Ketika Arif kembali ke dalam rumah, malam sudah larut. Tubuhnya terasa remuk, tetapi pikirannya tidak bisa berhenti bekerja. "Ini semua demi mereka... demi Lila... demi Jatinegara..." bisiknya, seolah meyakinkan dirinya sendiri. Namun, bayangan janji-janji Mbah Mijan terus menghantui pikirannya. Arif berjalan melewati lorong-lorong rumah yang terasa semakin panjang. Setiap pintu yang dia lewati membawa desiran angin dingin yang berbisik.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
Aku Keguguran, Suamiku Umumkan Punya Momongan

Aku Keguguran, Suamiku Umumkan Punya Momongan

Hatiku kembali sakit walaupun kenyataan tidak mengetahui pasti siapa yang berbicara dengannya melalui benda tersebut. Setelah menerima panggilan, dia buru-buru langsung berangkat ke kantor. Diri berusaha untuk sabar dan melihat perkembangan sikap dari Mas Arif. Walaupun sekarang dia sudah berani mengatakan menyayangi masa lalunya, tapi aku akan tetap berusaha untuk mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku. Dia adalah pasangan halal yang selamanya akan tetap menjadi imam dalam rumah tangga yang telah terbina.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
Diuber Janda

Diuber Janda

Tak pernah habis dunia Sampai ke ujung batasnya Takkan berhenti hingga Hatimu membeku Kembali, berputar arah Pulang padaku Kembalilah ada aku Yang bisa memelukmu (Ariel-Noah-Wanitaku) Ririn menangis sesegukan di mejanya, saat ia tahu di depan sana, ada Amin yang tengah bernyanyi untuknya. Lirik lagu yang membuat hatinya begitu tersentuh. Ya Allah, bolehkah hati ini aku berikan pada lelaki di depan sana. Ririn bermonolog sambil mengusap air matanya.
10119.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Pandanganku melayang jauh, berangan jika saat ini aku pulang diantar olehnya. Meminta restu pada Ibu dan Bapak, rasanya pasti hatiku berbunga-bunga. "Ah, mungkin Allah memang belum menakdirkan aku dengannya." Aku berusaha untuk ikhlas. Tak lama Arief terlihat pulang, dengan berjalan santai ia akan masuk kerumah. "Arief, Mbak mau bicara!" Cegahku saat dia sudah membuka pintu. Aku berjalan mendekatinya.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 646 kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
IMAM UNTUK NIRMALA

IMAM UNTUK NIRMALA

Bian yang berdiri disamping Mala menatap mereka dengan ikut senang, begitu juga seorang lelaki yang tadi datang bersama teman Mala yang bernama Lusi itu. "Selamat yang Mala cantik. Akhirnya kamu benar-benar menikah dengan pangeran yang selama ini kamu puja-puja. Allah maha penyayang, mengabulkan doa hamba-Nya." Lusi tersenyum dan menatap Bian lembut. "Selamat ya Bian. Akhirnya yang menjadi Imam Nirmala adalah lelaki yang benar-benar menjadi harapannya selama ini. Semoga kalian berbahagia, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah." Mala membalas ucapan Lusi dengan senyuman dan mengamini semua doa-doanya.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
Bolehkah aku jadi imammu

Bolehkah aku jadi imammu

Atika pun membuka halaman terakhir kitab, terlihat ada secarik kertas. ~Ada senyuman yang selalu ingin kulihat, bukan orang lain melainkan dirimu. Wajah cantik nan imut terasa lengkap dengan senyum cerah yang terhias di wajahmu. aku bukanlah pengagum mu, Tapi aku ingin mengagumi mu. Entah itu rasa atau benci, aku tidak tahu. Yang pasti aku ingin terus melihat mu tersenyum. berharap kelak, takdir menyatukan kita berdua dalam satu ikatan~ Hamba Allah, Imam masa depan mu kelak.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
Pesona Pria Terhina yang Ternyata Mafia

Pesona Pria Terhina yang Ternyata Mafia

Ia membawakan lagu itu untuk Larena, wanita yang berhasil menyentuh hatinya. Wanita yang mematahkan prinsipnya untuk tak pernah menikah, sekarang ia justru ingin wanita itu tak meninggalkannya. Perlahan Arfeen kembali ke meja di mana Larena masih menatapnya. "Kau menyukai lagunya?" tanya Arfeen meminta pendapat. "Kau ... bisa bermain piano seindah itu?" Arfeen sedikit bingung bagaimana mau menjawab. "Itu ... saat SMA aku pernah mengikuti kelas musik."
9.968.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

Ibarat bermain layang-layang terkdang harus di ulur agar ia melayang tinggi tapi terkadang kita juga harus menariknya agar tidak terlalu jauh melayang hingga lepas dari genggaman dan putus tanpa arah. “Jangan lupa dimakan sarapannya Nay, itu makanan kesukaan kamu kan?” Mendengar hal itu Nay hanya mengangguk pelan, memberikan senyum seperlunya pada wanita yang sedang hamil besar itu. Siapa lagi kalau bukan mama tirinya. “Iya mah terima kasih.” Mengatakan kata ‘ma’ saja terasa berat untuk ia katakan. “Habiskan sarapan kamu dengan cepat, hari ini kamu ayah yang antar.” Lagi-lagi Nay hanya hanya mengangguk sembari menghabiskan sarapannya dengan malas.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

Apakah dia harus berteriak mengusir tamunya? Mendiang ayah Naning adalah seorang imam mesjid, sehingga semua anaknya dididik dengan sangat baik, ikhlas menerima semua cobaan karena semua itu sudah menjadi kehendak Allah. Tak terasa air mata Naning menetes, dia menangis sesenggukan, ternyata demi untuk menyelamatkan seorang anak suaminya rela mengorbankan dirinya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai lirik lagu imam s arifin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status