Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku
"Iya Mbak, rencanakunjuga kayak gitu, kalau memang ustadz Kahfi bohong, lebih baik aku fokus sama karirku Mbak."
"Semoga diberi jalan yang mudah May," ucpaku lgai.
"Aamiin, Maya pulang dulu ya Mbak, udah sore."
"Iya hati-hati, jangan lupa besok kita jemput Dimas."
"Siap." Maya melambaikan tangan. Tak lama suara motornya menjauh, kemudian menghilang.
Aku kembali duduk disofa, namun teringat perkataan Maya tadi, aku bangkit dan menemui Yuda yang tengah terpejam.
Hot Chapters