Menjaga Adik Sahabatku
"Melainkan seperti ombak yang meliuk, lentur dan selaras, benar-benar indah, teknik menarimu sudah lebih dari sempurna."
"Benar sekali, hanya saja kamu seperti masih malu-malu, ekspresi wajahmu terkadang ditahan dengan sengaja, bisa dilepaskan lagi, ya, jangan ragu, kamu hebat dan kamu pasti bisa," sambung maha guru.
Vemilla tersengih malu-malu. Dia menggendong dua tangannya sambil mengangguk lembut. "Baik, terima kasih Bu, maha guru," ucap Vemilla dengan napas yang mulai bisa dikendalikan.
Hot Chapters