Mengartikan lirik 'On My Way' selalu terasa seperti membuka kotak harta karun emosional. Lagu ini, dengan melodi yang mengalun dan kata-kata yang dalam, punya makna yang berbeda bagi setiap pendengarnya. Versi Inggrisnya sendiri sudah sarat dengan perasaan perjalanan dan tekad, jadi menerjemahkannya ke Bahasa Indonesia butuh sentuhan yang pas agar nuansanya tidak hilang. Misalnya, baris 'I’m on my way, driving at 90 down those country lanes' bisa diubah menjadi 'Aku di perjalanan, melaju kencang di jalan pedesaan', tapi perlu ditambahkan diksi yang lebih puitis seperti 'meluncur' atau 'menerobos' untuk menangkap sensasi kecepatannya.
Yang menarik, terjemahan juga harus mempertimbangkan rima dan irama agar enak didengar saat dinyanyikan. Contohnya, 'Singing to Tiny Dancer' mungkin bisa jadi 'Bernyanyi untuk si Penari Kecil', tapi butuh penyesuaian agar tetap selaras dengan nada. Proses ini bukan sekadar mengganti kata, tapi juga menangkap jiwa lagu—rasa kebebasan, kerinduan, atau semangat yang ingin disampaikan. Kalau aku sendiri lebih suka terjemahan yang sedikit bebas tapi menyentuh hati daripada terjemahan harfiah yang kaku.