Catatan Luka Istri Rahasia
"Nggak mau kayak terakhir kali kita jalan-jalan di taman; kamu direbutin sama banyak cewek buat minta foto. Hidih, hidih! Sampai lupa keberadaan aku, saking fokusnya. Nggak! Nggak! Jangan jalan-jalan lagi ke tempat umum, apalagi kita nggak pake masker. Nggak. Nggak. Sekali mereka ngelihat aku atau kamu, kamu langsung diserbu gitu aja tanpa aku dipeduliin. Nggak lagi!"
Mas Satya tertawa, seolah menikmati keluhanku. Ia membawa sebelah tangannya untuk mengusap kepalaku.
"Makanya, dibilangin juga, kita main rahasia-rahasiaan, biar kamu nggak dikenalin sama orang-orang."
"Nggak." Aku menjawab cepat. "Lebih enak gini, biar semua orang di dunia ... tahu, kamu punyanya aku."
Hot Chapters