Rindu yang Lupa
‘Aku ingin Ibu pulang, tunda saja permintaanku yang ingin terbang, yang penting Ibu pulang, aku tidak punya sayap kupu-kupu tidak apa-apa asalkan Ibu segera pulang.
Selesai.
Ia menuntun adik terkecilnya ke kamar mandi, menunggu Caca selesai mandi. Setelah sujud ia menyalakan kompor, menggorengkan telor mata sapi untuk sarapan.
“Lala sudah bisa bilang huruf ER, tapi Ibu tidak tahu,” Lala manyun, ia membanting sendoknya, menangis sejadi-jadinya. Menjerit lantang, membanjiri pipi lembutnya dengan air kesedihan. Fira kebingungan, ia merasa mendapatkan serangan di pagi-pagi yang tenang, Lala tidak memberi aba-aba jika akan meledakkan air matanya. Caca menghela napas, ia melanjutkan sarapannya. Fi
Bab Populer