Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)
"Lady first, aku ingin memuaskanmu dulu, baru nanti kamu puaskan aku. Malam ini kedua hakim garis tidak ada, jadi kita bebas untuk main bola mau berapa babakpun bisa"
"Main bola itu cuma dua babak, Kakak, mana bisa sesukanya"
"Itu main bola di lapangan yang ditonton banyak orang. Kalau kita main bola cuma berdua, dan hanya disaksikan yang Di Atas saja."
"Engghh, Kakak. Jangan di remas terlalu keras, nanti asinya ke luar" rengek Nur, karena Wahyu meremas dadanya gemes.
"Dadamu tambah indah, Nur. Kencang, empuk."
Capítulos Populares