Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku
“Ku dengannya, kau dengan dia Kita sama-sama sudah berdua Tapi mengapa hatiku masih saja menginginkanmu untuk kembali. Ku dengannya, kau dengan dia Kita sudah di jalan yang berbeda Namun mengapa rasa ini masih ada Tak pernah hilang, tak pernah mati.”
Lirik itu menghantam ulu hati Rina. Ia menyandarkan kepalanya di jendela, menatap lampu-lampu jalanan yang melintas cepat seperti kepingan memori yang ingin ia buang. Lagu itu seolah menjadi suara hatinya yang paling dalam.
Fahmi meraih tangan kiri Rina, menggenggamnya erat di atas persneling.