Sebatas Teman Tidur
”Aku pun sama,” lanjutnya kian membuat Lea tertegun sejenak.
“Ma—maksudnya?” tanya Lea bingung.
“Nanti lagi ngobrolnya, aku udah gak tahan.” Adrian kembali meraih tubuh Lea menggiringnya ke ranjang. Ia tidurkan gadis itu di sana, ia pandangi tubuhnya yang tampak menggoda sejenak. Sebelum kemudian mulai bermain-main, menikmati seteguk manisnya madu, dengan keindahan yang menggelora. Suara de Sahan dan lenguhan menjadi nyanyian merdu dalam ruangan itu. Lea sempat menjerit tertahan, saya merasa sesuatu bagian dalam tubuhnya di bawah sana terasa robek, kala suatu benda asing memasukinya. Ia bahkan sempat mengeluarkan air matanya sejenak. Sebelum akhirnya mereka berdua mulai terbiasa, mengarungi
Sikat na Kabanata