Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui
“Dulu iya. Sekarang, tidak lagi.”
“Kamu pernah menyelamatkanku juga pernah menyakitiku.”
“Tapi pada akhirnya, kamu satu-satunya orang, selain dia, yang benar-benar melihat lukaku.”
Matanya sedikit bergetar.
Lalu ia berkata lirih, “Kalau ada kesempatan kedua, aku takkan ambil empat puluh juta itu.”
Aku tak menjawab.
Hanya mengulurkan tangan, menyentuhkan kepalan tangan kami.