Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)
Yang akan selalu mencintaimu,
Allexa Aldene
Earl meringkuk di ranjangnya membaca surat itu dengan air mata yang berlinang di matanya. Rasanya begitu menyesakkan, menyakitkan hingga membuatnya merasa sesak napas seperti dicekik.
“Allexa, aku juga mencintaimu, aku sangat sangat mencintaimu dan aku tidak pernah membencimu. Maafkan aku, Allexa. Aku … Aku sangat mencintaimu. Namun semuanya begitu terlambat, aku bahkan sudah tidak bisa mengatakan betapa aku mencintaimu dan betapa beruntungnya aku memilikimu. Aku … Aku minta maaf, istriku.” Bisik Earl dalam tangisannya dengan nada yang begitu parau. Dia semakin meringkuk dan memeluk dirinya sendiri saat rasa sakit karena penyesalan itu merengkuhnya