Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Mati di Pernikahanku

Aku Mati di Pernikahanku

[I:00:00:03] [I:00:00:02] Di dalam pelantang telinga yang sudah setengah hancur, suara Kael terdengar untuk terakhir kalinya, sangat jernih dan tenang—bukan lagi suara bocah atau suara pedagang buku yang malas. "Proses sinkronisasi selesai, teman-teman. Selamat tinggal, Lucien." [I:00:00:00] BOOOOOOMMMM!!!!!
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!

Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!

"Kau akan bernasib sama seperti putri-putri sebelumnya." Yuniver terdiam. "Kau tahu sendiri," lanjutnya pelan, "beberapa dari mereka mati dengan cara yang tidak menyenangkan hanya karena tidak lagi dibutuhkan."
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Diary Rain

Diary Rain

~Soundtrack Dimulai~ Namaku cinta, ketika kita bersama Berbagi rasa untuk selamanya Namaku cinta, ketika kita bersama Berbagi rasa sepanjang usia Hingga tiba saatnya Aku pun melihat Cintaku yang khianat Cintaku berkhianat Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi Aku tenggelam dalam lautan luka dalam Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpamu butiran debu Namaku cinta, ketika kita bersama Berbagi rasa untuk selamanya Namaku cinta, ketika kita bersama Berbagi rasa sepanjang usia Hingga tiba saatnya Aku pun melihat Cintaku yang khianat Cintaku berkhianat O-o-o-o-oh ... O-o-oh ... Menepi Menepilah Menjauh Semua yang terjadi
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Sementara itu, Tante berlutut di sampingku sambil terus mengusap kepalaku dan bergumam, "Anak baik, pergilah dengan tenang. Orang-orang ini nggak layak untuk kamu rindukan, nggak layak untuk kamu benci juga .... Karena mereka nggak pantas. Di kehidupan berikutnya, lahirlah di keluarga yang baik. Punya orang tua yang menyayangimu dan rumah tangga yang bahagia." "Herlina, di kehidupan selanjutnya, aku harap kamu bisa terus tersenyum. Harus terus tersenyum ya, karena kamu sudah terlalu banyak menangis di kehidupan ini ...." Suara Tante terdengar begitu serak, seolah-olah kata-kata itu sudah diulang berkali-kali. Begitu semua orang terpaku di tempat, dia menghentikan kata-katanya dan suasananya
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Simon ambruk di sofa, terus menggelengkan kepala dan mengulang, “Mustahil! Aku bahkan belum memaafkannya, bagaimana boleh dia meninggal?” Aku tertawa sampai air mataku mengalir. Jadi, alasan aku tidak boleh meninggal adalah karena dia belum memaafkanku. Dia mengambil ponselnya dari lantai dan membuka album foto lagi untuk melihat satu-satunya foto dirinya dan putranya.
17.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 667 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Romeo for Princess Swan

Romeo for Princess Swan

Cause someday, someones’ gonna love me (Karena suatu saat, seseorang kan mencintaiku ) The way, I wanted you to need me (dan saat itu aku ingin kau membutuhkanku) someday someones’ gonna take your place (Suatu saat, seseorang akan menggantikan posisimu) One day I’ll forget about you (Suatu hari nanti, aku kan melupakanmu) You’ll see, I won’t even miss you (Kau kan lihat, karna bahkan aku takkan merindukanmu) Someday, someday .... (Suatu saat nanti ....) Right now (Sekarang) I know you can tell (Ku tahu kau bisa mengatakan bahwa) I’m down, and I’m not doing well (aku terpuruk, dan aku tak melakukan dengan baik) But one day these tears (Tetapi, suatu hari nanti air mata ini) They will all run
108.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Biarlah Kita Berakhir di Sini

Biarlah Kita Berakhir di Sini

Itu adalah impian yang sangat dia dambakan saat masih muda, tetapi sekarang sudah mustahil terwujud. Dalam mimpinya, bibir lembut yang pernah Aaron cium berkali-kali, kini mengucapkan kata-kata dingin dan penuh penolakan. "Aaron, kamu mau membuatku mati untuk kedua kalinya, ya? Kalau kamu mendekat lagi, aku nggak akan menjalani operasi ini." "Seperti keinginanmu, aku akan mati sekali lagi di depanmu."
39.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 901 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Mati dan Pergi, Target Penaklukanku Menjadi Gila

Setelah Aku Mati dan Pergi, Target Penaklukanku Menjadi Gila

"Rupanya apa yang dikatakan Dyah benar. Kamu benar-benar sudah gila." Aku sudah muak dengan segalanya di tempat ini. Aku memaksakan tubuhku untuk bangkit dan mulai menghantamkan kepalaku ke tepian ranjang dengan kalap. "Aku ingin mati! Aku ingin pergi dari sini!"
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

Tristan terpaku di tempat, seakan-akan baru sadar ada yang tidak beres. "Waktu aku bilang soal perceraian, aku serius." Tristan menarik napas dalam-dalam beberapa kali, lalu untuk pertama kalinya melembutkan suaranya dan memohon padaku. "Wilda, bantu aku sekali ini. Apa kamu bakal mati kalau bantu aku? Anggap saja aku memohon padamu. Soal Rayna, nanti akan kujelaskan!" Aku mengangguk, menatap langsung harapan di matanya. "Ya, aku bisa mati."
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Takkan selamanya tanganku mendekapmu Takkan selamanya raga ini menjagamu Seperti alunan detak jantungku Tak bertahan melawan waktu Dan semua keindahan yang memudar Atau cinta yang telah hilang Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Biarkan aku bernafas sejenak Sebelum hilang Takkan selamanya tanganku mendekapmu Takkan selamanya raga ini menjagamu Jiwa yang lama segera pergi Bersiaplah para pengganti Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Tak ada yang abadi Ranti menyanyikan lagu itu dengan nada sedih. Terlihat menghayati dan menjiwai.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai lirik nano sampai ku mati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status