Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Dua Belas Tahun Pernikahan

Setelah Dua Belas Tahun Pernikahan

"Tunggu ya Pa, Safia berdoa dulu. Rabbirfirli waliwalidayya warhamhuma kama Rabbayani sarira. Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil. Aaamiinn." Mendadak kalbu sang lelaki dihujam rasa haru, tiga buah hatinya dididik sempurna dengan kemuliaan seorang wanita bernama Ibu. Dialah Dila, sebab tahu bahwa selama ini, dirinya kurang punya banyak waktu di rumah untuk menemani tumbuh kembang sang anak. Ketiga buah hati kini sudah keluar dan ikut duduk dengannya di teras rumah. Tiba-tiba seorang lelaki dari arah depan datang menghampiri.
9.5122.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
KEMBALILAH SUAMIKU

KEMBALILAH SUAMIKU

Aku bersimpuh di samping pusara ibu, tak dapat membendung air mata yang sudah meluncur. “Ibu, Bulan datang,” Ku usap nisan kayu bertuliskan nama Lilis Wati itu. “Ibu pasti sudah bahagia, kan? Ibu harus bahagia untuk menebus semua rasa sakit yang ibu rasakan di dunia.” Kuseka air mata yang tak mau berhenti menjabarkan setiap sayatan luka dalam dadaku. “Ibu, Bulan pasti akan hukum mereka yang udah nyakitin ibu.”
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Doa seorang Ibu yang nelangsa untuk kebahagiaan anaknya. ”Bangunkan putera hamba ya Allah...” Sudah berulang kali Diandra mendengar kalimat itu, diiringi isak tangis pula. Benar kata pepatan, kasih sayang Ibu itu tak terkira bahkan tak terbalas oleh intan permata yang memenuhi dunia sekalipun.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Ia dan suaminya saling ada pandang, karena tidak tahu apa yang terjadi. "Ya Gusti! Kau sudah besar, Srini! Bagaimana kabar Ibumu?" tanyanya, memegang kedua lengan Srini, menatapnya sambil menangis. "Mba Ati, ada apa? Mba kenal sama teman Ibunya Srini?" tanya bu Ami. "Latih, Ati ... ooooohhh ...!" Pak Suro berseru, "Mba Ati itu Latih, nama Mba Ati kan Latih, cuma dipanggil Ati saja," lanjutnya.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
Ambisi Sang Penguasa

Ambisi Sang Penguasa

Reiner jarang berdoa, tetapi ia tidak segan melakukan hal itu demi keselamatan ibunya sambil mengepal tangan. “Tuhan, selamatkanlah ibuku. Jangan kau tambah penderitaannya. Bangunkan ia seperti sedia kala, sebab aku ingin membahagiakannya ....” “... hanya dia yang kupunya di dunia ini. Tuhan, jangan ambil dia dariku.”
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
Mercusuar

Mercusuar

“Bu, Lukman ngantuk.” “Iyah… Tidur ya nak, tidur sama ibu.” Lambat laun ibu mulai menyanyikan lagu gubahannya sendiri. Lagu yang selalu dia nyanyikan kalau aku mau menikmati tidur yang menghapus lelah dan kemudian menyegarkan. “Tidurlah, tidur. Anak ibu yang baik. Anak ibu yang soleh. Anak ibu yang pintar. Tidurlah, tidur. Biar ibu yang menjagamu.”
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT

BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT

lirih Bu Nurul menghela napas. ** Zulkifli merasa sudah tenang. Sedari tadi, Qirani terus memberikannya motivasi untuk berusaha terus merayu ibunya. Jangan berjalan tanpa restunya. "Ibumu. Ibumu. Ibumu. 3 kali Rasulullah menyebut ibu baru ayah. Baru sekali kamu merayu Mamak, kamu sudah melontarkan kata-kata yang menyakiti perasaannya."
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
Pesona Ibu Tiri Temanku

Pesona Ibu Tiri Temanku

Sheilla mengusap air matanya yang mulai jatuh. "Kamu membuatku merasa hidup lagi, Gilbert. Kamu membuatku tertawa. Kamu mendengarkan ketika aku bicara. Kamu melihatku sebagai Sheilla—bukan sebagai istri, bukan sebagai ibu tiri, tapi sebagai manusia dengan perasaan dan mimpi." Gilbert merasakan dadanya sesak mendengar pengakuan itu. Tangannya terkepal di atas meja. "Ibu..." suaranya parau. "Aku juga jatuh cinta pada Ibu."
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
Mabuk Janda

Mabuk Janda

ujarku “Iya Mas ibu juga, uhhh.” “Bu, sejujurnya saya kangen nakalin ibu lagi. Saya kangen jilatin liang ibu. Saya kangen hisap puting ibu. Saya kangen cupangin ibu lagi.” “Ahhh, Mas jangan ngomong kaya gitu. Nanti liang ibu makin gatel Mas, uhhhh ibu juga kangen dinakalin Mas.”
9.9208.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
Segalanya untukmu ibu

Segalanya untukmu ibu

"KENAPA KALIAN SEMUA DIEM? ZAHRA TANYA EMANGNYA KENAPA KALAU ZAHRA ANAK HARAM?! Zahra diam sejenak, lalu menggenggam tangan ibunya dengan sayang. Sudah berkali-kali Zahra menahan air matanya agar tidak keluar, sudah berkali-kali ia menghapus air matanya, apalagi dihadapan ibunya sendiri. Zahra memang tidak mau menunjukkan rasa kesedihannya pada ibunya. Tapi kali ini, ia benar-benar sakit hati atas ejekan mereka, sehingga ia menangis di depan ibunya sendiri. "Kalian boleh hina Zahra, tapi jangan ibu Zahra! hiks...." Zahra diam sejenak, ia melihat ibunya yang sedang joget-joget tidak jelas. "Walaupun ibu Zahra udah gak waras, tapi Zahra tetep sayang. Karena apa? KARENA IBU ZAHRA UDAH NGELAHIRI
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai lirik sholawat ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status