Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
"Kalau begitu terus kamu bisa dipecat, Sinar. Ck. Aku harus mengerjakan semua pekerjaan sendirian. Ya, sudah kalau gitu, nanti aku sampaikan pada majikan ...."
Aku menurunkan ponsel dari telinga. Kalaupun nanti dipecat, aku sudah siap. Mungkin aku akan berjualan jenis kue, pekerjaan yang tidak meninggalkan Dewa.
"Mbak Sinar, udah kenyang," ucap Dewa.
"Masih satu suap lagi." Aku meraih piring. "Yuk, habiskan," bujukku, mendekatkan suapan terakhir di bibir Dewa.