Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gelang Langit

Gelang Langit

"Sumur itu... berbicara. Tapi bukan seperti yang kita bayangkan. Bukan perintah. Bukan pengetahuan. Tapi perasaan. Getaran. Dan... kehilangan." Pak Wira mengangguk perlahan. "Itu sumur pertama. Masih ada dua tempat lagi." "Dua?" Ayu bertanya, kaget. "Sumur hanya awal," jawab Laras. "Setelah itu, kalian harus menemukan tempat gema bersatu—dan tempat gema berakhir. Hanya setelah itu Nada Keenam dapat dimaknai." Tirta menghela napas. "Kita baru turun ke sumur satu dan aku sudah merasa seluruh kepalaku penuh suara-suara aneh. Dua tempat lagi?"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai lirik tujuh sumur
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil Sang Penyelamat

Gadis Kecil Sang Penyelamat

ucap Elaria pelan. Dengan satu gerakan tangan, tanah di sekeliling sumur mulai bergetar ringan. Cahaya dari tangannya turun seperti tetesan embun ke dalam sumur, menyusup ke dalam tanah. Tak lama kemudian, terdengar suara gemuruh lembut dari dalam bumi. Byur....! Air memancar naik dari dasar sumur, jernih dan segar. "Wah! Airnya keluar!" seru salah satu pemuda desa.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai lirik tujuh sumur
Baca
+Pustaka
Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

Aku menoleh, benar dia sedang berdiri di ambang pintu dapur menuju ke sumur ini. “Apa, Mas? Bukannya Mas sudah tidur?” tanyaku. “Cepat selesaikan pekerjaanmu. Azfar manggil-manggil kamu. Badannya panas tapi dia ngeluh kedinginan,” titah Mas Bambang. Aku langsung meninggalkan sayuran yang belum selesai dicuci ini di sumur kemudian berlari menghampiri anakku di kamar. “Bu … Bu … Bu …,” Azfar memanggil namaku dalam tidurnya. Sepertinya ia mengigau. “Dingin, Bu,” rintihnya lagi.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai lirik tujuh sumur
Baca
+Pustaka
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Kak Sasa ini adalah guru musik di sekolah mereka. "Yo, kamu mau nyanyi lagu apa?" Tanya Kak Sasa "Mau nyanyi lagu Rindukan Dirimu aja kak" Tanya Rio "Rindukan Dirimu. Ok ok boleh tapi itu ceritanya tentang apa?" Tanya kak Sasa "Ceritanya tuh tentang 3 orang sahabat nah mereka tuh udah sahabatan lama tapi dari salah satu dari mereka harus pindah rumah dan mereka bisa ketemu lagi saat mereka sudah pada dewasa gitu kak" Ucap Rio
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai lirik tujuh sumur
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah. Lagu lawas milik Ahmad Jaiz, dinyanyikan oleh Fahmi di atas panggung. Tanpa melihat pun, aku tahu suara lelaki itu. Air mataku jatuh tak tertahan. Bagaimana aku tak sedih, Fahmi bernyanyi dengan suara penuh getaran, sesekali isaknya terlepas. Aku telah melukainya begitu dalam. Bukan hanya dia, aku juga melukai hatiku sendiri. Menusuknya dengan sembilu, dan membiarkan dia membusuk bersama sembilu itu di dalam sana.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai lirik tujuh sumur
Baca
+Pustaka
Ahli Waris

Ahli Waris

“Aha! Iya, sungai yang menjurus tujuh daerah. Seperti tujuh sumber.” Cinta tertawa girang mendengarnya. Ini pertanda baik. Kami tidak perlu mencari air jauh-jauh ke desa Yogja lagi untuk siraman. Ternyata di sini ada. “Bisakah kau menunjukkannya?” pintaku membuat dia menggangguk. Aku berpelukan dengan Cinta. Tapi ….
9.7418.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.9K kali sebagai lirik tujuh sumur
Tampilkan Ulasan (125)
Baca
+Pustaka
Esi Apresia
Halo pembaca. Tolong kalau komen yang bijak ya. Kami author berusaha memberikan yang terbaik buat pembaca. komen membangun sangat kami butuhkan. Jadilah pembaca yang bijak. Dukungan positif kami butuhkan dari kalian semua. Terima kasih.
Adista Tanuwijaya
ada novel cetaknya gk kak?mahal kl baca disini tiap bab tuker koin tiap bab tuker koin,buat yg gemar baca tp bnyk duit mungkin gk masalah tp buat yg gemar baca tp kekurangan gimana?bisa baca gk bisa mkn ini mah.
Baca Semua Ulasan
AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU

AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU

Mengapa suara itu terasa begitu akrab jika ia adalah perwujudan kehancuran? Bergeser ke bagian tengah mural, suasananya berubah drastis. Langit terbelah, menampilkan pahatan tujuh takhta megah yang melayang di atas awan, memancarkan garis-garis cahaya ke bumi. Itulah The Seven Thrones, tujuh dewa utama yang turun untuk mengurung sang monster dan menyelamatkan umat manusia.
10521 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai lirik tujuh sumur
Baca
+Pustaka
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Darah di seluruh tubuhku seolah mengalir terbalik. Ibu pergi begitu mendadak. Acar itu adalah makanan terakhir yang Ibu tinggalkan untukku. Ibu menghabiskan waktu seminggu penuh untuk membuatnya, dan selama ini aku bahkan tidak tega membuangnya. Namun sekarang, acar itu justru tercampur bersama tumpukan sampah. Air mataku langsung mengalir deras. Dengan suara bergetar, aku bertanya, "Siapa yang buang itu?"
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai lirik tujuh sumur
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Bagian 3: Tangan yang Sama Menggali Tujuh hari tujuh malam kami bekerja di bawah matahari yang terik dan langit yang tetap tanpa awan. Hongwu dan Xiao Yu bekerja sama dengan yang lain — mengangkat batu, menggali tanah yang keras, membawa beban air di pundak mereka yang mulai memerah karena panas. Aku bekerja bersama para wanita — membagi air minum yang tersisa secara adil, memasak makanan sederhana untuk semua orang, dan merawat mereka yang kelelahan.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lirik tujuh sumur
Baca
+Pustaka
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Ia terlalu lelah, dan kehangatan dari telapak tangan wanita tua itu terasa begitu menenangkan. "Ibu Nitiswari dari Lembah Mandala telah mengajarkan pada kami melalui angin dan burung-burung yang terbang melintas," ucap Nyi Surti pelan sembari mengoleskan ramuan dingin ke atas luka bakar Jayabaya. "Ia berkata bahwa jika kita meracuni sumur hanya karena seekor ular pernah meminum darinya, maka seluruh desa akan mati kehausan. Ular itu mungkin berbisa, Tuan. Namun kami memilih untuk membasuh luka kami, membiarkan ular itu kembali ke lubangnya, dan tetap mengambil air dari sumur yang sama. Membunuh Anda tidak akan mengembalikan penglihatan cucu hamba. Membunuh Anda hanya akan menambah satu lagi
10695 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai lirik tujuh sumur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status