Penyamaran CEO Tanaka
“Dulu aku pernah membuat keputusan yang salah di tempat kerja. Aku pikir itu keputusan terbaik karena semua orang menekan waktu. Tapi akhirnya banyak orang yang menanggung akibatnya, bukan aku. Sejak itu aku belajar, kebenaran butuh waktu. Dan kadang orang baik hanya perlu bertahan... sampai waktu berpihak.”
Maya menatapnya. Kalimat itu menembus lebih dalam dari yang ia sangka.
“‘Sampai waktu berpihak,’ ya?” katanya pelan, mengulang kata-kata itu seolah ingin menanamnya ke dalam hati.
Ardi mengangguk. “Kau tidak salah, Maya. Dunia hanya belum sempat mengerti.”
Beberapa menit berlalu dalam diam. Hujan turun di luar, menimbulkan suara lembut di atap seng gudang.