Demi Anak Angkat, Dia Rela Mengorbankan Nyawa Anak Kandung
"Bi Lisa, Bi Lisa, aku berdarah. Tolong keluarkan aku. Aku sangat kesakitan. Aku merasa bayiku akan lahir."
Lisa menempelkan telinganya ke pintu dan mendengarkan suara dari dalam. Dia memutar mata dan berkata dengan nada mengejek, "Nyonya, berhentilah berpura-pura. Tuan sudah pesan, kalau aku biarkan Nyonya keluar, gajiku akan dipotong. Jangan persulit orang kecil sepertiku."
"Sudahlah, jangan teriak lagi."
"Semua ini salah Nyonya. Pesta ulang tahun yang sudah kami siapkan dengan susah payah jadi nggak bisa diadakan di rumah."