Mari Selingkuh
Bahkan tidak pantas disebut rumah sebenarnya.
"Oh, iya, saya hampir lupa." Lily beranjak ke nakas, membuka laci dan mengeluarkan sesuatu yang cantik dari sana.
"Eh, apa ini?" heran Ranesha tetap menerimanya.
Lily menggeleng lemah. "Saya tidak tahu, tadi di antar atas nama anonim," jelasnya jujur.
"Anonim? Duh, siapa, ya? Ini bukan sembarang orang yang bisa tahu," ucap Ranesha setelah mengecek isi dari kotak indah tersebut. Pikirannya kembali kalut.
Hot Chapters