Luka Seorang Istri
“Memang selama ini kamu kerja apa? Kenapa harus ketemu sama laki-laki, kenapa enggak sama perempuan saja, memang enggak bisa....”
“Mas!” Dilra sedikit menyentak, mungkin karena aku juga yang keterlaluan, bicara banyak tanpa cari tahu dulu apa yang terjadi sebenarnya.
“Iya Dil, sorry, jadi apa pekerjaanmu?”
“Aku buka jasa rias pengantin Mas, dan kebetulan, laki-laki itu punya usaha di bidang fotograpi, kami jadi tertarik untuk kerja sama.”