Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
pintaku sambil menyunggingkan senyum termanis dan mataku mengedip-ngedip manja. “Sakit mata, ya?” tanyanya membuatku mencibir. “Bentar, aku ambil dompet dulu.” Aku mengangguk dan sedikit mengintip ke kamar Mas Wira. Namun, belum sempat menyembulkan kepalaku, Mas Wira langsung keluar kamar dan menutup rapat pintu kamarnya. “Dilarang ngintip.” ujarnya. “Pelit.” gumamku. Kami berjalan ke luar rumah. Aku belok ke arah garasi.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as lock-in
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

“Hmm ... Saya tidak suka ngopi Pak, saya suka ngeteh.” “Ya, sudah, Nak. Oh, ya kamu betah juga di kosan.” “Ya, Pak karena masih di lockdown.” “Pak, sepertinya ketinggalan info, nih.” “Maklum lah tv di rumah lagi rusak, Nak. Semoga covid ini cepat redah ya, Nak.” “Ya, Pak. Aku sangat setuju sekali karena hidup sudah susah jangan di persulit lagi.” “Pemerintah sudah bilang dan berpesan secara tidak langsung untuk tetap melakukan 5M dan harus taat untuk melakukannya, tapi manusia sekarang susah untuk di beritahu.”
102.3K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as lock-in
Read
+Library
Exit

Exit

Malu rasanya. “Kamu gapapa, Lin?” April menyentuh jidatku dengan punggung tangannya seperti memeriksa suhu tubuh, nada suaranya khawatir. “Eh.” Aku mendongakkan kepala, menatap April bingung. “Kak Olin kayaknya sakit, deh, Kak.” Laura menyahuti, ikut khawatir. “Sakit apa?” “Mungkin Kak Olin pusing karena habis baca buku bahasa Inggris, Kak. Biasanya begitu,” jelas Laura sok tahu—meski sebenarnya memang tadi aku begitu.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as lock-in
Read
+Library
Trapped

Trapped

Kenikmatan sesaat, yang pada akhirnya menyeretku ke jurang penderitaan. Aku layaknya seekor kelinci yang takluk oleh seorang pemburu. Seolah aku adalah permainan yang menyenangkan baginya. Dia ... memperalatku. Dan ia tidak peduli sekalipun kelinci perlahan mati di dalam genggaman tangannya. Aku ... tidak berdaya. - Queen - ***
1010.0K viewsOn holdAdded to Library 239 Times as lock-in
Read
+Library
LOVE SICK

LOVE SICK

Ruang rawat inap itu dominan gelap. Pada ranjang pasien, terbaring seorang wanita paruh baya dengan selang infus menancap pada punggung tangannya yang kurus kering keriput. Matanya yang cekung perlahan terbuka ketika pintu ruang rawat inap terbuka. Tampak siluet sesosok bertubuh tinggi. Meski inderanya sudah tidak mampu bekerja sempurna, tapi dia masih bisa mencium aroma parfum sosok tinggi yang baru hadir itu.
5.3K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as lock-in
Read
+Library
SEBUAH PENGHIANATAN

SEBUAH PENGHIANATAN

Jika aku masih saja memaksakan otakku untuk berpikir terus menerus maka mungkin kepalaku bisa sakit, jadi aku harus membiasakan diri untuk menganggap semua itu adalah sebuah lelucon dalam kehidupanku yang suatu saat akan berbalik arah. Mataku belum juga terpejamkan namun tak terasa aku menghabiskan teh jahe merahku ini sebanyak dua gelas. Mungkin aku kebanyakan berfikir dan mungkin aku sangat keras kepala meski tubuhku sudah memberiku signal untuk beritirahat tapi aku tetap belum juga mengistirahatkan tubuh dan otakku. Otakku bekerja terus menerus untuk berpikir keras, apa yang sebaiknya harus aku lakukan agar mataku dapat terpejamkan walau sesaat! Aku hanya ingin mengistirahatkan tubuh dan
109.3K viewsOngoingAdded to Library 213 Times as lock-in
Read
+Library
Shadow

Shadow

Ia keluar dari chat grup ke beranda chatnya juga tidak ada. Knock ... knock ... Suara pintu terketuk itu terus bunyi tapi Mauryn tidak mendapat chat dari siapapun. Knock ... knock ... Mauryn bingung dan menatap sekitar mobilnya, lalu kemudian ... Praank!
102.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as lock-in
Read
+Library
Mata Batin

Mata Batin

Mobil jeep hitam terparkir di halaman. Bara menyembunyikan motornya di bawah pohon. Ia mengendap masuk ke dalam melalui pagar belakang. "Apa yang harus aku lakukan?" ucap Bara dalam hati. Mengintip mereka di balik kaca. Terdapat dua orang di ruang televisi. Mereka tepar tak berdaya. Di tangan kanan salah satu penjahat itu mengengam minuman keras. "Mereka sudah mabuk dan tak sadarkan diri. Baiklah waktunya beraksi."
1019.3K viewsCompletedAdded to Library 539 Times as lock-in
Read
+Library
Shadow

Shadow

Lusiana membuka mata nya, namun ia hanya mendapati kegelapan. Ia juga kesulitan bernafas karena oksigen yang terbatas. Ia menyadari bahwa tubuhnya terikat dalam posisi duduk dan kepalanya berada di dalam plastik berwarna hitam. Ia dapat mencium bau cokelat dari plastik tersebut. Lusiana mencoba untuk membuka ikatan di tangannya. Namun ia mendengar suara langkah yang makin mendekat.
9.911.8K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as lock-in
Read
+Library
Nightmare

Nightmare

Sekali lagi entah mengapa aku merasakan kelegaan di setiap kata yang baru saja diucapkannya. “Tapi gue masih belum ingat wajah si pelaku!” suaraku bergetar saat mengatakannya. Ada perasaan sesal dan marah yang berkecamuk dalam hatiku. Aku memang sempat melihat wajahnya, tapi aku mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), dimana aku kehilangan sebagian ingatanku. Sayangnya, ingatan yang hilang itu tentang wajah si pelaku. Jadi aku tak mengingat wajah si pelaku, bahkan walau sudah berpuluh kali aku melakukan konsultasi dengan psikolog. Sungguh. Aku berharap suatu hari nanti pelaku yang membunuh Ibuku bisa ditangkap dan dihukum dengan setimpal.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as lock-in
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status