Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku
“Entah kenapa, aku malah ngerasa belum jadi anak yang cukup baik. Selama ini aku cuma sibuk kabur dari kenyataan.”
“Kadang kabur itu satu-satunya cara buat tetap waras,” kata Fahmi, menatap lantai. “Tapi suatu saat kita harus berhenti lari.”
Rina menatapnya. “Kamu ngomong seolah ngerti banget rasanya lari dari sesuatu.”
Fahmi terdiam. Lalu menatap Rina lagi, kali ini dengan sorot mata yang lebih berat. “Karena aku memang lagi lari,” ujarnya akhirnya. “Dan aku capek.”