Kupuaskan Nafsuku di Klub
Dimas melirik ke arahku, lalu tiba-tiba membungkuk untuk berbisik di telingaku, "Semuanya bisa terlihat dengan jelas, apa kamu masih ingin berpura-pura suci?"
Aku menunduk, melihat bahwa bagian kecil di area selangkanganku sudah basah. Bahkan ketika angin berembus di atasnya, rasanya seperti sedang dijilat.
"Teruslah berlari," tambah Dimas. "Buatlah sedikit lebih basah."
Kakiku lemas, aku hampir jatuh berlutut.
Acara lari malam ini sama sekali bukan olahraga, melainkan penyiksaan, godaan, serta pelatihan seksual dengan gerakan lambat. Malam ini, aku mungkin akan terlalu basah untuk berlari.
Chapitres populaires