KELAMBU MERAH JAMBU
Kenzy mendongakkan wajahku, "Hei, what's happening? Kalau kamu nggak mau pergi makan malam juga nggak apa-apa, tapi jangan nangis!"
Diberikan secuil perhatian seperti itu, entah mengapa, air mataku justru semakin deras mengalir. Seperti hujan di bulan Desember, menyesakkan dada. Sejujurnya, aku rindu Papa. Sebelum menikah dengan Kenzy, belum pernah kami terkisah dalam long distance relationship seperti ini. Apalagi, yaaah, kami sangat dekat. Bahkan sampai kebutuhan men's pad-ku setiap bulan, Papa yang selalu care. Bisa kalian bayangkan kan, bagaimana dengan semua kebutuhan yang lain?
Hot Chapters